
MEUREUDU I ACEHHERALD.com
WARGA penghuni komplek “Perumahan Seratus” Gampong Pohroh Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, meminta pihakterjaut untuk memperbaiki kondisi jalan menuju komplek itu yang kini kondisinya memprihinkan. Selama ini rute sepanjang kurang lebih dua kilometer di perbukitan (Gle) Pohroh atau juga disebut Lhok Burong berbatu dan sulit dilalui. Pada musim hujan, badan jalan becek dan licin serta di beberapa titik layaknya kubangan.
Disebut “Perumahan Seratus” karena jumlah rumah bantuan di komplek tersebut 100 unit. Selain jalan, penduduk juga meminta kepada dinas terkait supaya menempatkan sebuah bak sampah di luar komplek. Selama ini, karena tidak ada tempat khusus, sehingga sampah yang sudah terkumpul pada setiap rumah selanjutnya terpaksa dibuang di pinggiran jalan. Kondisi demikian sangat mengganggu karena menebar bau tak sedap. Malamnya, sampah yang bertebaran sepanjang jalan didatangi babi dan anjing.
Hal tersebut disampaikan beberapa penghuni komplek perumahan seratus kepada Acehherald.com terpisah, Sabtu (8/8/2020). Seperti dilaporkan salah seorang IRT yang namanya enggan ditulis namnya di sini.
Disebutkan, akibat kondisi badan jalan di perbukitan Lhok Burong berbatu, sangat menyulitkan mereka ketika hendak turun ke pemukiman atau ke ibukota kecamatan. Apalagi, sejumlah keluarga disana memiliki anaknya yang bersekolah. “Kami berharap jalan itu ditingkatkan,” pinta warga.
Kadis Pekerjaan Umum (PU) Pidie Jaya, Rizal Fkar ST yang pernah dikonfirmasi sebelumnya terkait dengan keluhan warga dengan kondisi jalan yang sulit dilalui menyebutkan, bahwa itu jalan sepenuhnya kewenangan gampong untuk penanganannya. “Jalan itu wewenang gampong untuk memperbaikinya. Kami hanya sebatas membantu, itu pun jika tersedianya dana,” tandas Rizal Fikar.
Camat Meureudu, Jailani SE, MM yang diminta tanggapan terkait dengan kondisi jalan rusak akan dipelajari terlebih dahulu siapa sebenarnya yang berwenang. “Mohon bersabar akan diupayakan,” kata Jailani. Sementara beberapa warga kepada Acehherald.com mengatakatn, komplek Perumahan Seratus Lhok Burong yang mulai ditempati Juni tahun 2018 lalu sebelumnya terisi penuh. Tapi belakangan, beberapa unit rumah disana mulai kosong. Disinyalir yang bersangkutan juga punya rumah di gampongnya.
Faslitas lainnya seperti air bersih dan sarana penerangan (listrik) sudah dulauan ada disana. Begitu pula dengan bidang agama seperti balai pengajian untuk anak-anak juga sudah dibangun secara swadaya walau sifatnya masih darurat. Saat ini fasilitas yang dinilai sangat dibutuhkan mendesak warga adalah jalan yang memadai atau sekadar dapat dilintasi. Begitu halnya penyediaan bak sampah atau container.
PENULIS : ABDULLAH GANI (Pidie Jaya)




