Terobos Liga 1, Persiraja Cetak Sejarah

DENPASAR,ACEHHERALD.com – Kandaslah nazar nyeleneh Kas Hartadi untuk berendam satu jam, sekaligus pupuslah mimpi sang entrenador untuk mengangkat kembali mantan juara liga super sekaligus pemegang hetrik juara Piala Indonesia, Sriwijaya FC untuk kembali ke altar terhormat Liga 1 PSSI. Adalah gol semata wayang Ahsanur Rijal yang menyudahi sebuah kesalahan safety first barisana belakang Sriwijaya FC … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Sejenak usai peluit panjang, Persiraja larut dalam kegembiraan, ementara anak anak Sriwijaya FC larut dalam kesedihan

DENPASAR,ACEHHERALD.com – Kandaslah nazar nyeleneh Kas Hartadi untuk berendam satu jam, sekaligus pupuslah mimpi sang entrenador untuk mengangkat kembali mantan juara liga super sekaligus pemegang hetrik juara Piala Indonesia, Sriwijaya FC untuk kembali ke altar terhormat Liga 1 PSSI.

Adalah gol semata wayang Ahsanur Rijal yang menyudahi sebuah kesalahan safety first barisana belakang Sriwijaya FC yang dipotong oleh Andri Abubakar lalu dilambungkan ke kotak penalty dan dicocor menyilang oleh Defri Rizki ke arah Ahsanul Rijal yang bebas pengawalan di kotak 16. Dengan sekali hentakan voli, bola menerjang jaring Sriwijaya FC yang dikawal Galih Sudaryono. Defender Amrizal, Bobi Satria dan Akbar Zakaria hanya menatap nanar sikulit bundar yang bersarang di jaring  pada menit ke-53 itu.

Akhirnya, Persiraja mencetak sejarah, menerobos ke Liga 1 PSSI, sejenak wasit meniup peluit akhir dalam laga sagat sensasional dengan tekanan emosi tinggi, serta berlangsung dramatis di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar Bali, Senin (25/11/2019) petang ini.

Ya Lasykar Rencong mengubur mimpi come back ke liga 1 skuadra Wong Kito Sriwijaya FC, dalam laga kedua tim yang dimenangkan Persiraja 1-0.

Bagi Persiraja, kemenangan itu juga membuat pasukan besutan Hendri Susilo itu meraih juara tiga Liga 2, sekaligus mengunci tiket terakhir Liga 1. Sebelumnya tiket promosi Liga 1 sudah duluan diraih Persik Kediri dan Persita Tangerang. Kedua tim itu memenangkan laga semifinal dengan Persiraja dan Sriwijaya FC. Kemenangaqn yang diraih dengan peruntungan lewat adu penalty, setelah babak regular dan extra time keempat im bermain imbang tanpa gol.

Persik dan Persita yang sudah menggeggam tiket Liga 1, mala mini bertarung untuk meraih status kampiun Liga 2, yang dinilai banyak pihak telah tak lagi memiliki greget.

Baca Juga:  Di Tengah Pandemik Covid-19, Astra Agro Catatkan Kinerja Positif

Bagi Persiraja, kemenangan atas Sriwijaya FC membuat rekor pertemuan kedua tim, ,menjadi 2 kali menang 1 kali imbang dan satu kali kalah.

Khusus bagi Aceh, keberhasilan Persiraja memenuhi ekspektasi tifosinya, sekaligus mensahihkan kebangkitan sepakbola Aceh di tahun 2019. Di level remaja, skuad PPLP Aceh meraih juara nasional. Sementara itu tim Porwil Aceh menyabet gelar kampiun sumatera setelah menanti selama 20 tahun.

Khusus Persiraja, ini adalah kebangkitan nyata menyamai era 80-an, saat Bustaman dkk meraih gelar juara nasional mngalahkan Papua kala masih berstatus tim amatir. Sementara kali ini secara lebih fenomenal, Persiraja menerobos Liga 1, liga sepakbola paling prestisus di Indoensia.

Prestasi itu juga jawaban manajemen bagi empat juta rakyat Aceh yang menginginkan Persiraja lolos ke liga 1 tahun ini. Untuk meraih tiket melalui babak playoff dalam wujud derby sumatera itu, Coach hendri menumpahkan segala strateginya. Termasuk memasang Husnudzon sebagai starting line up, untuk memotivasi Defri Rizki dkk.

Sejenak gol dicetak oleh Ahsanur, pelatih langsung menarik Husnudzon dan diganti dengan Mudasir. Staregi itu adalah untuk menjaga kebugaran tim, karena tekanan emosi yang begitu berat di lapangan.

Salah satu bintang Persiraja dalam laga sensasional itu adalah sang kiper Fakhrurrazi. Penajaga gawang utama itu setidaknya mementahkan empat kans anak anak Wong Kito yang dihuni para mantan punggawa Liga 1 itu.

 

Penulis                : Nurdinsyam

Editor                   : Nurdinsyam

 

 

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe