Tak Ada Kata Mundur, Perahu Telah Dibakar

DENPASAR,ACEHHERALD.com – Coach Hendri memberi sinyal pasukan besutannya akan tampil habis habisan, dalam laga pamungkas Persiraja di musim kompetisi 2019 Liga 2, Senin (25/11/2019) siang di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Denpasar. Inilah the last moment atau kesempatan terakhir, bagi Defri Rizki dkk untuk meraih satu tiket sisa menuju altar Liga 1 Indonesia. Lawan yang … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Persiraja dalam salah satu laga Liga 2 musim 2019

DENPASAR,ACEHHERALD.com – Coach Hendri memberi sinyal pasukan besutannya akan tampil habis habisan, dalam laga pamungkas Persiraja di musim kompetisi 2019 Liga 2, Senin (25/11/2019) siang di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Denpasar. Inilah the last moment atau kesempatan terakhir, bagi Defri Rizki dkk untuk meraih satu tiket sisa menuju altar Liga 1 Indonesia.

Lawan yang dihadapi juga bukan sembarangan. Lasykar Wong Kito Sriwijaya FC, Palembang, yang pernah menjadi kampiun Liga 1 dan pemegang gelar Piala Indonesia secara hektrik atau tiga kali berturut-turut, dan lalu  terjun bebas ke Liga 2 pada akhir dekade pertama tahun 2000an.

Jadi secara jam terbang serta kebiasaan menjalani aura tekanan di kompetisi terelit sekali pun, Mukhlis Nakata cs harus angkat topi pada pasukan besutan Kas Hartadi itu. Karena itu pulalah, Coach Hendri Susilo mengingatkan tak ada kata mundur dalam perang dengan Sriwijaya FC.

Hendri Susilo seakan mengambil falsafah perang ala Tariq bin Ziyad yang membawa 12.000 pasukan di tahun 711 M untuk menaklukkan Andalusia, Spanyol yang diperintah oleh Raja Prederick dan punya pasukan super. Tariq membakar semua perahu pasukannya, hingga pilihan hanya ada dua, memang atau mati syahid.

Yaaa…Hendri seakan telah membakar semua perahu, hingga hanya ada satu pilihan bagi Andri Abubakar cs, bertempur habis habisan, petang nanti di Stadion I Wayan Dipta. Karena ini adalah tiket terakhir yang masih tersisa, setelah kalah dramatis lewat adu penalty di babak semifinal dari Persik Kediri. “Kami telah melupakan kekalahan itu, apalagi para pemain telah berusaha keras di lapangan hijau. Kini kami fokus pada laga versus Sriwijaya FC,” kata Rahmat Jailani, Sekum Persiraja, langsung dari Denpasar.

Baca Juga:  Farid Nyak Umar : Butuh Pendekatan Humanis Terkait Jam Malam

Ditambahakan, manajemen tim terutama pelatih dan pemain telah mengevaluasi kelemahan dan potensi kekurangan secara teknis dalam laga dengan Persik, termasuk mengkaji laga terakhir dengan Sriwijaya FC pada penutup babak delapan besar di Grup A.

Bahkan juga telah dilakukan latihan teknis yang sedikit special untuk menghadapi laga terakhir versus Sriwijaya FC. Termasuk dalam hal kemungkinan laga akan diakhiri dengan adu penalti. Seperti diketahui, Persiraja dan Sriwijaya gagal karena kalah penalty di babak semifinal, setelah main imbang 0-0 selama 120 menit hingga babak pertambahan waktu.

Sriwijaya FC takluk 3-4 dari Persita, dan Persiraja secara dramati kalah 4-5 dari Persik, juga lewat tendangan keberuntungan yan bernama penalty.

Mneurut Rahmat Jailani serta data yang ada, walaupun Sriwijaya FC telah malang meointang di kompetisi terelit Indonesia, namun dri track record yang ada, kedua tim sangat berimbang. Pada babak penyisihan wilayah barat, skor keduanya juga menang dan saling mengalahkan.

Kala Persiraja jadi tuan rumah, Sriwijaya FC takluk 1-0, dan kala Sriwijaya jadi tuan rumah, Persiraja juga kalah 0-1. Sementara pada babak delpan besar, keduanya berdamai tanpa gol. Artinya secara matematika, peluang kedua tim 50:50.

Sriwijaya bisa saja punya jam terbang lebih, namun dari sisi usia pemain mereka rata rata di atas 30 tahun. Sementara anak anak Lasykar Rencong hanya dalam kisaran 27-28 tahun, atau masih dalam usia emas. Kisaran usia rata rata Pemain Sriwijaya FC mengingatkan kita dengan kisaran usia pemain AC Milan kala masih dihuni Clarence Seedorf, Gennaro Gattuso, Alesandro Nesta di tahuh  2007.

Faktor usia emas itulah yang menjadi peluang untuk Fakhrurrazi dkk mencuri tiket Liga 1 yang tersisa dari Sriwijaya FC. Selain iu, dalam starting line up Persiraja petang ini, akan tampil dengan formasi terbaik. Husnudzon yang cedera kini telah pulih dan langsung masuk starting line up menggeser Zamroni. Artinya Lasykar Rencong akan memasang tombak kembar di lini depan yaitu Andri Abubakar dan Husnudzon. Sementara , Mukhlis Nakata dan Defri Rizki akan menjadi ruh di lini tengah. Sedangkan  posisi kiper masih dipercaykan kepada Fakhrurrazi yang terhitung moncer di bawah mistar.

Baca Juga:  Nova Minta Menko Perekonomian Dukung Kelanjutan Pembangunan KEK Arun

Banjir bonus

Seandainya  Feri Komul dkk sukses meraij tiket Liga 1, pihak manajemen telah komit memberikan bonus Rp 500 juta, seperti diakui oleh Sekum Rahmat Jailani.

Sementara Walikota Banda Aceh secara erpisah, juga menyatakan akan meberikan bonus istimewa bagi skuad Persiraja, senandainya sukses menapak ke Lig 1. “Jelas, kita siapkan bonus istimewa, sebagai apresiasi atas prestasi mereka,” tutur Aminullah.

Yang jelas, petang ini, skuadra Persiraja yang akan tampil dengan kostum serba biru akan mencoba peruntungan terakhir untuk mengunci satu tiket tersisai menuju altar Liga 1. Dan……perang di Stadion Gianyar itu tak ada kata mundur walau berdarah darah sekali pun. Karena ‘perahu’ memang  telah dibakar.

Perkiraan Starting Line Up

Persiraja Banda Aceh

Fakhrurrazi; Eriyanto, M. Andika, Tri Adi, Agus Hendra, Assanur, Defri Rizki, Fary Komul; Mukhlis Nakata, Husnudzon, Andri Abubakar

Pelatih : Hendri Susilo

Sriwijaya FC

Galih Sudaryono; Ambrizal, Bobby Satria, Akbar Zakaria, Yericho; Nerius Alom, Hendri Satriadi, Ryan Wiradinata; Yongki, Yohanis Bahar, Ahmad Ihwan

 

Pelatih Kas Hartadi

Penulis      : Nurdinsyam

Editor         : Nurdinsyam

Berita Terkini

Haba Nanggroe