Surat Persetujuan Amnesti Saiful Mahdi Sempat Mampir ke Roma, Ada Apa?

JAKARTA l ACEHHERALD.COM- Sekjen DPR RI Indra Iskandar bercerita soal surat DPR tentang persetujuan amnesti Saiful Mahdi, Dosen Universitas Syiah Kuala yang sempat dikirim dan diteken di Roma. Ada apa? Dilansir detik.com, ternyata surat tersebut mampir ke Roma lantaran harus ditandatangani Ketua DPR RI Puan Maharani yang ketika itu tengah menghadiri Seventh Group of 20 … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Sekjem DPR RI Indra Iskandar

JAKARTA l ACEHHERALD.COM-

Sekjen DPR RI Indra Iskandar bercerita soal surat DPR tentang persetujuan amnesti Saiful Mahdi, Dosen Universitas Syiah Kuala yang  sempat dikirim dan diteken di Roma. Ada apa?

Dilansir detik.com, ternyata surat tersebut mampir ke Roma lantaran harus ditandatangani Ketua DPR RI Puan Maharani yang ketika itu tengah menghadiri Seventh Group of 20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20).

Indra bercerita, pada Kamis (7/10/2021), rapat paripurna DPR menyetujui amnesti dari Presiden Jokowi untuk Saiful Mahdi. Ketika itu, Puan Maharani tengah berada di Roma langsung memerintahkan Indra agar surat persetujuan DPR itu segera ditandatangani olehnya dan diserahkan kembali ke Presiden Jokowi.

“Jadi, begitu rapat paripurna DPR di Jakarta menyetujui amnesti untuk Saudara Saiful, hari itu juga draf surat yang harus ditandatangani Ketua DPR di-e-mail, dan kami print di Roma,” kata Indra dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (14/10/2021).

Indra menyebut setelah dicetak, surat persetujuan DPR RI itu langsung ditandatangani oleh Puan sebagai Ketua DPR, yang tengah menghadiri pembukaan P20 di Roma.

Setelah itu, kata Indra, surat tersebut langsung dibawa olehnya kembali ke Jakarta. Surat itu juga langsung dikirimkan ke Presiden Jokowi melalui Setneg.

“Saya sodorkan ke Ibu Ketua DPR sehabis beliau menyampaikan pidato di pembukaan P20, dan langsung ditandatangani saat itu juga,” kata Indra.

“Begitu sampai di Jakarta, kami langsung serahkan ke Presiden melalui Setneg,” lanjutnya.

Indra menyebut proses administrasi yang cepat terhadap surat persetujuan DPR atas amnesti Saiful Mahdi ini agar dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh yang dihukum 3 bulan penjara tersebut cepat bebas dari penjara. Menurutnya, kebebasan Saiful Mahdi juga bergantung pada surat DPR.

Baca Juga:  APBK Lhokseumawe Rp 789 M di Ketuk Palu

“Saudara Saiful kan baru bisa bebas kalau Keppres keluar, dan Keppres bisa keluar kalau Presiden sudah menerima surat persetujuan yang ditandatangani Ketua DPR,” ujar Indra.

Indra menyampaikan sejak awal Puan selalu berpesan agar proses atas surat amnesti Saiful harus dilakukan secepatnya. Dengan begitu, Saiful juga bisa lebih cepat menghirup udara bebas.

“Sejak awal Ibu Ketua DPR berpesan kepada kami di kesetjenan untuk cepat memproses karena setiap hari dan setiap jam itu berharga buat Saudara Saiful,” tuturnya.
“Alhamdulillah. Banyak jalan dari Roma,” imbuhnya.
Saiful Mahdi sebelumnya telah bebas usai mendapatkan amnesti dari Presiden Jokowi. Saiful bersyukur dan berterima kasih kepada pendukungnya.

Saiful keluar dari penjara Lapas Banda Aceh sekitar pukul 16.30 WIB. Dia keluar penjara ditemani istrinya, Dian Rubianty, serta dijemput pendukung dan koleganya.

“Syukur alhamdulillah saya bebas hari ini, terima kasih untuk semuanya, untuk teman-teman koalisi yang telah mendukung sehingga keluar amnesti ini,” kata Saiful kepada wartawan di Lapas Banda Aceh, Rabu (13/10).

Berita Terkini

Haba Nanggroe