BLANGPIDIEIACEH HERALD.com-Lapangan Persada Blangpidie berubah menjadi lautan manusia, dan arus lalu lintas di kota ‘dagang’ Blangpidie, ibukota Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), itupun menjadi lumpuh.
Ledakan jumlah massa tersebut sehubungan digelar acara Silaturrahmi Akbar dipadu dengan Deklarasi Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Abdya, H. Salman Alfarisi, ST, MM dan Yusran, SE di lapangan sepakbola Persada berlokasi di jantung Kota Blangpidie pada, Senin (23//2024) sore.
Belasan ribu massa berasal dari ujung Kecamatan Lembah Sabil, daerah perbatasan dengan Kabupaten Aceh Selatan, dan dari ujung Kecamatan Babahrot, daerah perbatasan dengan Kabupaten Nagan Raya, mengalir menuju titik lokasi acara.
Warga yang terdiri dari kaum bapak, kaum ibu dan pemuda-pemudi datang ke lokasi perhelatan besar tersebut dengan menggunakan kendaraan roda empat, baik mobil pribadi, mobil bak terbuka serta tidak sedikit menggunakan sepeda motor atau kendaraan roda dua.
Amatan dan laporan yang diterima Aceh Herald.com, bahwa massa yang tumpah ruah berdampak terjadi kemacetan arus lalu lintas, kendaraan dari tiga arah bergerak merayap menuju Kota Blangpidie. “Arus kendaraan dari Babahrot macet sejak dari Simpang Cot Manee di Kecamatan Jeumpa,” kata Bukhari, warga Babahrot.
Sementara Ahmad, warga Manggeng melaporkan, arus kendaraan yang membawa massa dari arah Kecamatan Lembah Sabil menuju Blangpidie akhirnya terjebak macet di jalan raya kawasan Desa Keude Paya. Sedangkan iring-iringan kendaraan yang bergerak dari Kecamatan Susoh, akhirnya harus berhenti di jalan raya kawasan Desa Pante Perak.
Sedangkan arus lalu lintas di Kota Blangpidie menjadi lumpuh lantaran banyak kendaraan roda empat dan dua yang telah berhasil menjangkau Kota Blangpidie. Pengendara harus rela memarkir kendaraan di bahu-bahu jalan dalam kota, kemudian para penumpang yang dibawa rela berjalan kaki menuju lokasi acara di Lapangan Persada Blangpidie.
Aparat kepolisian dari Polres Abdya yang memberikan pengamanan tampak bekerja keras mengatur arus lalu lintas, termasuk mengalihkan arus kendaraan melewati akses jalan lain. Kendaraan dari arah Kabupaten Aceh Barat dan Kabupaten Nagan Raya menuju Kabupaten Aceh Selatan dialihkan agar tidak melewati kawasan kota Blangpidie dengan melewati jalan Simpang Kampung Rawa, menuju Sangkalan, Susoh, kemudian tembus menuju akses jalan raya kawasan Desa Keude Paya. Demikian juga arus kendaraan dari arah sebaliknya.
Massa yang tumpah di lokasi sehingga Lapangan Persada berlokasi di Desa/Gampong Kedai Siblah tersebut terasa sesak sejak pukul 14.00 WIB (Senin siang). Berawal terpaan cuaca panas terik mata hari, berubah mendung kemudian turun hujan disertai angin kencang, namun massa yang telah memadati lapangan tetap bergeming.
Mereka bertahan di lokasi dengan menggunakan payung yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Tidak sedikit diantara massa menggunakan terpal plastik yang sebelumnya dibentangkan panitia di atas permukaan lapangan sebagai tempat lesehan akhirnya terpaksa dijadikan pelindung dari hujan yang mengguyur.
Massa tidak beranjak dari lokasi dan setia mengikuti orasi politik yang intinya mengajak untuk memenangkan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Abdya Nomor Urut Satu (1), H. Salman Alfarisi, ST, MM dan Yusran, SE di Pilkada tahun 2024, ini.
Amatan lapangan, Ketua Partai Politik (Parpol) pengusung dan pendukung, ulama pimpinan dayah/pesantren, tokoh masyarakat, perwakilan mahasiswa, pengurus ormas silih berganti tampil di atas pentas menyampaikan orasi politik.
Diawali orasi politik dari Ketua Tim Pemenangan Salman-Yusran (SaRan), Ustadz Mukhlis MS, MA, kemudian tampil Pimpinan Dayah MaDU Blangpidie, Tgk Abu Yazid Al-Yusufi, Ketua DPD Partai Domokrat, Romi Syah Putra, Ketua DPD II Partai Golkar, Agusri Samhadi, Ketua DPD PAN, Dr (Hc) H. Said Syamsul Bahri, Pengurus DPD Partai NasDem, Syamsurial alias Wen Samsu dan Sekretaris DPP PNA Aceh, Miswar Fuady.
Juga orasi dari Pimpinan Dayah Bustanul Huda Blangpidie/Ketua DPC PERTI Abdya, ‘Abuya Muda’ Tgk. H. Muhammad Qudusy Syam Marfaly, Ketua Srikandi, Hj Cut Hasnah Nur, Ketua Ormas Projo, Wakil Masyarakat Nelayan serta beragam unsur lainnya.
Para orator tersebut tampil cukup menyakinkan ‘membakar’ semangat massa untuk memenangkan Paslon Nomor Urut Satu ketika pencoblosan yang dijadwalkan tanggal 27 November 2024 mendatang. Yel-yel kemenangan SaRan tidak henti-hentinya ketika orator mensuarakan untuk menangkis isu-isu negative yang sengaja dihembus pihak tertentu.
Tgk. Abu Yazid Al-Yusufi, misalnya menegaskan keputusan ulama dayah mendukung Paslon nomor urut satu diambil dari kesepakatan ulama dari duduk bersama sehingga diminta warga tidak ragu barang sedikitpun. Abuya Muda’ Tgk. H. Muhammad Qudusy Syam Marfaly dalam orasinya membantah keras pernyatakan kalau 80 persen ulama di Abdya mendukung paslon selain Salman-Yusran.
Sedangkan H. Said Said Syamsul Bahri meminta warga Kecamatan Susoh agar tidak percaya atas ajakan untuk tidak memilih paslon yang bukan barasal dari Susoh. Sementara salah seorang perwakilan tetua gampong secara tegas membantah isu bahwa warga akan dicoret dari daftar penerima Bansos jika memilih SaRan.
Calon Wakil Bupati, Yusran menyatakan, siap melaksanakan amanah jika mendapat kepercayaan rakyat di Pilkada kali ini. Sedangkan Calon Bupati, H. Salman Alfarisi yang tampil terakhir menyampaikan 12 program unggulan SaRan jika nantinya memenangkan Pilkada 2024.
Program unggulan dimaksud, yaitu membantu uang meugang, bantuan ibu hamil (bumil), meringan biaya pernikahan, kegiatan kawasan penggunungan yang menghasilkan, memperkokoh pondasi agama untuk generasi muda, meningkatkan kesejahteraan para guru agama, kartu nelayan untuk subsidi pemerintah, bantuan masuk sekolah atau siswa baru, mempercantik kota Blangpidie, pemberdayaan ibu-ibu desa, santunan kematian dan kesehatan terbaik dengan meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit. “Jika bapak ibu setuju dengan 12 program unggulan ini, maka pilih nomor urut satu,” ungkap Salman, didampingi Yusran.(*)
Penulis: Zainun Yusuf (Aceh Barat Daya)




