Senekat Itukah Pasutri Syahril dan Fitri?

KABAR mengejutkan sekaligus mengguncang jagad politik negeri ini meluncur dari alun alun Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten, tadi siang. Salah satu figur yang paling berpengaruh di negeri ini, Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Wiranto, SH SIP MM atau akrab disapa Jenderal Wiranto yang juga Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, ambruk bersimbah darah diserang seorang pria sejenak … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

pasutri terduga penusuk Menkopolhukam Wiranto

KABAR mengejutkan sekaligus mengguncang jagad politik negeri ini meluncur dari alun alun Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten, tadi siang. Salah satu figur yang paling berpengaruh di negeri ini, Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Wiranto, SH SIP MM atau akrab disapa Jenderal Wiranto yang juga Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, ambruk bersimbah darah diserang seorang pria sejenak turun dari mobil di alun alun Menes, siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB.

Insiden itu langsung mengguncang jagad maya, sekaligus jagad politik di negeri ini. Tiba tiba beragam dugaan muncul, Ujung ujung nya malah ada satu kelompok mayoritas di negeri ini yang seakan tertohok karena seperti jadi pesakitan. Lagi lagi persoalan serangan itu dikaitkan dengan teroris dan tak jauh dari label agamis.

Sementara satu pihak lain malah mengkaitkan insiden itu dengan pelantikan Presiden RI yang hanya menghitung hari. Yang lebih memprihatinkan lagi serta membuat miris, ada yang tega mengkaitkan insiden itu dengan urusan bagi bagi kursi di kabinet, dan itu rasanya memang terlalu naif.

Apapun dugaan, seorang Wiranto yang mantan Panglima TNI 1998-1999  saat kisruh proses reformasi di negeri ini sedang berlangsung, kini telah ditusuk dengan kunai, sejenak membuka pintu mobil di Alun Alun Menes. Kita tak perlu mempertanyakan sejauh mana ketangguhan dan kepekaan para punggawa pengawal. Yang jelas sepasang suami istri, Syahril dan Fitri Andriana berhasil merangsek mendekati rombongan Wiranto, dengan membawa senjata pisau ala Rambo dan menghunjamkannya ke perut orang penting yang juga seorang pensiunan jenderal, Wiranto. Sang istri bahkan juga diakui ikut menikam Kapolsek Menes Kompol Dariyanto.

Kita bertanya sebegitu nekatkah pasutri muda itu menyerang? Padahal modal mereka hanya kunai yang rasanya ‘tak begitu mematikan’ jika dilakukan dalam kondisi situasi sangat terjepit. Apalagi seorang Wiranto, pria kelahiran Jogyakarta 4 April 1947 itu, tentu senantiasa dalam pengawalan dengan standar seorang figure penting negara. Menkopolhukam!

Baca Juga:  Tembakan Gas Air Mata, Warnai Demo Ciptaker di Bandung

Terlepas dari nekat tidaknya pelaku penyerangan, kita hanya meminta pihak pihak tertentu untuk tidak buru buru membuat kesimpulan, dengan menyebut dan mengkaitkan peristiwa itu dengan tudingan minor yang bisa mengarah kepada agama tertentu. Seakan akan makin mensahihkan agama tertentu kental dengan kaitan teror. Yaitu dengan klaim jaringan ini atau jaringan itu. Siapa tahu nanti dikemudian hari, malah terungkap jika dugaan dugaan itu tak benar dan malah balik dituding sebagai pepesan kosong untuk menyudutkan kelompok tertentu. Yang pasti, pasutri muda, Syahril dan Fitri terhitung super nekat, menyerang dengan hanya bermodal kunai. Sejuta tanya menggelantung di benak, mengapa dan atas suruhan siapa keduanya nekat ‘menggadaikan’ nyawa. Kalau keduanya ‘pengantin’ mungkin lain cerita, karena mereka tak tahu hasil dari sebuah perbuatan yang mereka lakukan.

 

Nurdinsyam

Pemimpin Redaksi

Berita Terkini

Haba Nanggroe