Selamat Mewujudkan Mimpi From Zero to Hero

ACEHHERALD.COM – SAAT cabang lain riuh rendah berjanji medali dan merengkuh road to PON 2020, tim sepakola Aceh di ajang Porwil X Jambi, datang dengam segala kesederhaan. Bersiap diri ala kadarnya atau bisa dikatakan dalam status peringkat empat desentralisasi, tepatnya, sebulan desentralisasi, serta hanya tiga minggu latihan terpadu, skuad sepakbola Aceh membawa hasil yang mengejutkan … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Saat laga tim Porwil Aceh versus Sumut yang berakhir 1-0 untuk Aceh. Foto Dok

ACEHHERALD.COM – SAAT cabang lain riuh rendah berjanji medali dan merengkuh road to PON 2020, tim sepakola Aceh di ajang Porwil X Jambi, datang dengam segala kesederhaan. Bersiap diri ala kadarnya atau bisa dikatakan dalam status peringkat empat desentralisasi, tepatnya, sebulan desentralisasi, serta hanya tiga minggu latihan terpadu, skuad sepakbola Aceh membawa hasil yang mengejutkan dan mencengangkan.

Betapa tidak, pasukan besutan trio pelatih Azwar, Mukhlis Rasyid dan Eddy Gunawan itu muncul dengan hasil yang jujur saja melebihi ekspektasi para pengurus sepakbola sekalipun. “Kami sadar jika mereka dipersiapkan alakadarnya dengan segala keterbatasan, terutama waktu pemusatan latihan yang hanya tiga minggu. Karenanya, kami senantiasa berpesan agar mereka tampil dengan perform yang terbaik menurut mereka,” ujar M Nazir Adam, ketua Asprov PSSI Aceh, Sabtu (02/10/2019) malam.

M Nazir secara terbuka mengatakan perjuangan skuad Porwil Aceh yang materinya adalah para punggawa dari tim Divisi 3 di seluruh Aceh, plus hanya satu orang yang berasal dari skuadra Divisi 2 yaitu Persiaraja. Karenanya adalah wajar jika semua pihak beranggapan prestasi mereka telah melampaui harapan yang telah disandangkan.

Memang semua itu juga tak terlepas dari racikan pelatih Azwar cs, namun yang lebih penting, spirit dan daya juang untuk mempertahankan nama daerah, membuat Reza dkk tampil senantisa dengan daya juang yang luar biasa. “Kita selalu ingatkan agar mereka bermain dengan hati, minta doa dari orang tua di kampung halaman, serta senantiasa cool tidak terpengaruh dengan provokasi lawan,” tutur M Nazir yang pagi ini, terbang ke Bengkulu, setelah mengikuti Kongres Luar Biasa PSSI di Jakarta yang ditutup tadi malam.

Kini tiket road to PON telah digenggam. Partai final hanyalah pengukuhan sebuah prestise untuk mencari yang terbaik di Sumatera. Terasa lebih special karena lawan di laga pamungkas adalah skuadra tuan rumah. Yang nota bene memiliki segalanya. Mulai dari dukungan penonton hingga potensi non teknis. Tentu kemenangan itu akan lebih berarti dan memberi makna tentang sebuah perjuangan tak kenal Lelah pasukan muda dari Tanah Rencong.

Baca Juga:  Unimal Wisuda 1.261 Lulusan, Yusuf Muhammad Semangati Wisudawan

ementara pasukan besutan Azwar dkk sempat dibalut cedera dua pilarnya, yaitu Reza dan defender Rizki Nasution. Namun kini keduanya juga dinyatakan telah siap untuk tampil, setelah recovery beberapa hari.

Kesediaan Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT untuk ikut memberi semangat dengan cara menonton langsung laga final di Stadion Semarak Sawah Lebar, Bengkulu menjadi modal tersendiri untuk anak anak Aceh. Ingat, Bumi Iskandar Muda telah menanti tiket PON itu selama 17 tahun. Sebuah rentang waktu yang bukan singkat. Petang ini, saat para cucu Teuku Umar kembali mempertontonkan semangat tempur yang pantang mundur. Selamat mewujudkan mimpi from zero to hero.

 

Penulis/editor  : Nurdinsyam

Berita Terkini

Haba Nanggroe