
BANDA ACEH I ACEH HERALD.com
Sekretaris Daerah Provinsi Aceh, dr Taqwallah, mewakili Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Jumat (10/1/2020) petang melantik 440 kepala sekolah terdiri kepala Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) se Aceh.
Para kepala sekolah yang dilantik merupakan hasil seleksi dan pemantapan dari 818 kepala sekolah dan Pertemuan
dengan 307 calon kepala sekolah yang bertugas di 23 kabupaten/kota se Aceh. Para kepala sekolah yang dilantik, selain berupa mutasi untuk penyegaran, juga banyak yang merupakan guru yang baru diangkat dalam jabatan kepala sekolah.
Aceh saat ini memiliki 522 unit SMA, 213 unit SMK dan 76 unit Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) yang tersebar di 23 Kabupaten/Kota.
Pada acara pelantikan yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Taqwallah yang membacakan amanat tertulis Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan pihaknya perlu menegaskan kembali, kegiatan Pemantapan 818 Kepala Sekolah dan Pertemuan dengan 307 Calon Kepala Sekolah merujuk pada regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan secara nasional.
Kegiatan ini juga merupakan salah satu penjabaran dari Visi dan Misi Pemerintah Aceh melalui Program Unggulan Aceh Carong untuk mewujudkan generasi muda Aceh yang cerdas, berdaya saing, serta mampu mengukir prestasi di tingkat nasional dan regional melalui pendidikan yang berkualitas.
Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT meminta kepada para kepala sekolah yang baru dilantik untuk menjadi kepala sekolah Bersahaja (BEREH luar dalam, sabar dan tekun capai prestasi, harus nyaman guru, jaminan aktifitas belajar dan jaminan terhadap kelompok rentan).
Menurut Nova seorang kepala sekolah dengan peran strategis pada satuan pendidikan harus memiliki kemampuan untuk mengembangkan otonomi sekolah, karena di dalamnya terdapat fleksibilitas dalam merumuskan strategi, kebijakan, dan upaya-upaya sesuai dengan potensi dan kebutuhan sekolah.
Seorang kepala sekolah, tambah Nova, dituntut memiliki strategi yang tepat dalam membangun kebersamaan dan kegotongroyongan bersama masyarakat dalam meningkatkan layanan pendidikan di sekolah, meningkatkan profesionalisme guru, memperbaiki atmosfer lingkungan sekolah menjadi bersih, rapi, estetis, dan hijau.
“Kepala sekolah harus mampu mengembangkan budaya literasi di lingkungan sekolah dan mengembangkan model-model pembelajaran yang dapat mendorong pengembangan potensi siswa menjadi kreatif, kritis, komunikatif, kolaboratif, menguasai teknologi digital, dan membentuk karakter,” tutup Nova.




