
* Sarana dan Prasarana Pendidikan tak boleh Dianggap Sepele
BANDA ACEH | ACEH HERALD
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Safaruddin mengatakan pihaknya siap memperjuangkan kebutuhan sekolah, baik berupa sarana dan prasarana belajar. Ini bagian dari upaya Wakil Rakyat Aceh dalam peningkatan mutu lembaga pendidikan di Tanah Rencong.
Karena itu, pada masa reses April 2021 lalu, politisi Partai Gerindra itu memanfaatkan waktunya untuk berkunjung ke berbagai lembaga pendidikan yang berada di daerah asal pemilihannya. Salah satu sekolah yang dikunjungi adalah SMA Negeri 1 Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya).
Sekolah yang terletak di ibukota Kabupaten Abdya ini, selain sangat membutuhkan sejumlah perbaikan sarana dan prasarana, bagi Safaruddin, sekolah ini memiliki kenangan tersendiri.
“Safaruddin adalah alumni SMAN 1 Abdya. Jadi, kunjungannya ke sekolah ini, ibarat pulang ke rumah sendiri,” kata Kepala sekolah, Rina S dalam pertemuan dengan wakil ketua DPR Aceh bersama dewan guru sekolah yang telah ikut membesar namanya.
Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin kepada AcehHerald.com, mengakui dalam pertemuan dengan kepala sekolah dan dewan guru, pihaknya mendapat banyak masukan untuk peningkatan mutu pendidikan di Abdya.
Sebuah map dengan dihiasi bunga-bunga yang diserahkan kepala sekolah, Rina S, dengan berbagai usulan di dalamnya siap diperjuangkan dalam rapat pembahasan anggaran dengan Komisi VI yang membidangi Pendidikan di DPR Aceh.
Namun, Safaruddin menolak menyebutkan isi proposal yang diserahkan kepala sekolah, Rina S. “Saya akan mempelajarinya. Insya Allah, usulan kepala sekolah itu akan segera kita komunikasikan dengan Komisi VI,” ujar Safaruddin.
“Pada intinya, proposal ini berisi permintaan perbaikan sarana dan prasarana SMA Negeri 1 Abdya,” kata Wakil Ketua DPR Aceh asal daerah pemilihan Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam, dan Aceh Singkil.

Sebelumnya, Kepala SMA Negeri 1 Abdya, Rina S meminta wakil ketua DPR Aceh itu untuk memperjuangkan rivitalisasi gedung sekolah yang sebagian di antaranya sudah tak layak pakai. “Kami sangat berharap, Pak Wakil Ketua bisa memperjuangkan anggaran untuk merivitalisasi sebagian gedung yang sudah tidak layak pakai lagi,” katanya.
Kenapa harus direvitalisasi? Dalam pertemuan dengan Wakil Ketua DPR Aceh itu, Kepala SMA Negeri 1 Abdya, Rina S, secara panjang lebar menjelas kenapa-gedung tua yang ada di lembaga pendidikan untuk perlu direvitalisasi.
Ya. Karena di sekolah yang terletak di Ibukota Aceh Barat Daya ini sudah tak mungkin dibangun gedung baru. Karena, luas areal pertapakan sangat kecil. Jadi satu-satunya jalan, bangunan yang ada harus direvilitasi!
Selain itu, kepala sekolah juga mengharapkan Pimpinan DPRA itu mengalokasi anggaran beasiswa yang lebih banyak untuk siswa sekolah yang dipimpinnya. Kami juga mengharapkan ada tambahan dana untuk kesejahteraan guru kontrak yang mengabdi di sekolah ini.
Dikatakan, selaku Wakil Ketua DPR Aceh yang membidangi pendidikan, masalah sarana dan prasarana memang mutlak. Kalau ingin mutu pendidikan kita baik. Keberadaan sarana dan prasarana tidak boleh dianggap sepela.
Sebab, siswa dan guru perlu kenyamanan dalam belajar dan mengajar. Fasilitas pendukung pendidikan ini sangat penting. “Insya Allah, saya dan rekan akan berusaha mendukung percepatan mutu pendidikan di Aceh,” ujar Safaruddin.(adv)




