PT CA di Abdya Diduga Terkait Korupsi Rp 10,3 Triliun

BLANGPIDIE | ACEH HERALD.com- Pemberitaan menyangkut PT Cemerlang Abadi (CA), perusahaan perkebunan kelapa sawit berlokasi di Desa/Gampong Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), seperti tidak habisnya. Belum tuntas berbagai persoalan yang telah mencuat dan mendapat perhatian berbagai pihak, muncul pula kasus teranyar yang bisa membuat mata bisa terbelalak. Betapa tidak, perusahaan perkebunan … Read more

FOTO/DOK KEJARI ABDYA Pra Ekspose Tim Penyelidik Kejari Abdya di Kajati Aceh, Kamis (11/5/2023) terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi dilakukan PT CA, perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Babahrot.

Iklan Baris

Lensa Warga

BLANGPIDIE | ACEH HERALD.com- Pemberitaan menyangkut PT Cemerlang Abadi (CA), perusahaan perkebunan kelapa sawit berlokasi di Desa/Gampong Cot Seumantok, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), seperti tidak habisnya.
Belum tuntas berbagai persoalan yang telah mencuat dan mendapat perhatian berbagai pihak, muncul pula kasus teranyar yang bisa membuat mata bisa terbelalak. Betapa tidak, perusahaan perkebunan sawit pemegang sertifikat HGU tahun 1990 seluas 7.516 Hektare (ha), tapi sudah berakhir pada 31 Desember 2017 lalu, diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan jumlah kerugian negara tembus angka mencapai Rp 10,3 triliun lebih.
Dugaan korupsi dengan nilai nominal bukan ‘kaleng-keleng’ tersebut merupakan temuan Tim Penyelidik pada Kejaksaan Negeri Abdya. Kasus cukup mencengangkan itu terungkap dalam Pra Ekspose Perkara Penyelidikan Dugaan Tindak Pidana Korupsi terkait kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit di atas tanah Negara oleh PT CA.
Berdasarkan Press Release Nomor PR-26/L.128/Dti.3/05/2023 dari Kepala Seksi Intelijen pada Kejari Abdya, Joni Astriaman SH yang dikirim kepada awak media setempat menjelaskan, pada hari Kamis tanggal 11 Mei 2023 Tim Jaksa Penyelidik pada Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya bertempat di Aula Kantor Kejaksaan Tinggi Aceh, telah melakukan Pra Ekspose terkait Penyelidikan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Kegiatan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit di atas Tanah Negara oleh PT CA yang berlokasi di Kecamatan Babahrot.
Ekspose tersebut dimulai dari Pukul 09.00 WIB selesai pada pukul 11.30 WIB dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Aceh, Koordinator, beserta para Kasi di Bidang Tindak Pidana Khusus, Satgassus serta Jaksa Fungsional pada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Aceh.
Pada ekspose tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Abdya, Heru Widjatmiko memaparkan hasil Penyelidikan yang telah dilakukan terkait permintaan keterangan terhadap 32 orang dari pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, dari Kepala Desa / Mantan Kepala Desa, DPRK Abdya, BPN, Provinsi Aceh dan pihak perusahaan yang mengetahui permasalahan tersebut, di dalamnya juga termasuk ahli Ahli Kehutanan dari IPB, Ahli Lingkungan dari IPB dan Ahli Hukum Agraria dari Universitas Airlangga, berikut beberapa dokumen.
Hasil dari Pra Ekspose yang telah dilakukan oleh Tim Penyelidik Pada Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya dengan kesimpulan telah ditemukan adanya peristiwa pidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pasal 1 angka 5 KUHAP yaitu dugaan tindak pidana korupsi Dalam Kegiatan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit di Atas Tanah Negara oleh PT CA di Kecamatan Babahrot, dengan modus operandi :
1. PT CA sebagai pemilik HGU No.1 Tahun 1990 dalam melakukan usaha perkebunan kelapa sawit untuk lahan seluas 7.516 Ha tidak melaksanakan kewajibannya untuk menjaga kelestarian lingkungan SDA dan tidak melaksanakan kewajiban membangun kebun plasma seluas 20%-30%, sehingga menimbulkan kerugian perekonomian negara sebesar Rp 10.172.592.653.000 (Sepuluh Triliun Seratus Tujuh Puluh Dua Miliar Lima Ratus Sembilan Puluh Dua Juta Enam Ratus Lima Puluh Tiga Ribu Rupiah).
2. PT CA mencari keuntungan pengelolaan dan hasil penjualan TBS Kelapa Sawit secara tanpa izin di atas tanah negara seluas 4.847,18 Ha yang hanya didasarkan pada rekomendasi Panitia B dan rekomendasi Plt Gubernur Naggroe Aceh Darussalam, sehingga PT CA leluasa untuk mengelola , sehingga telah mengakibatkan kerugian negara, untuk sementara yang sudah berhasil ditemukan lebih kurang sebesar Rp 184.000.000.000 (seratus delapan puluh empat milyar rupiah).
3. Sebagai tindak lanjut pra ekspose kegiatan penyelidikan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Kegiatan Usaha Perkebunan Kelapa Sawit di atas Tanah Negara oleh PT CA yang berlokasi di Kecamatan Babahrot Kabupaten Aceh Barat Daya ditinggkatkan ke tahap penyidikan oleh Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya. Demikian Press Release dari Kejari Abdya.(*)
Penulis: Zainun Yusuf (Aceh Barat Daya)

Baca Juga:  Hanya Dua Paket Proyek di Pidie yang Belum Dilelang 

Berita Terkini

Haba Nanggroe