Posko Pemantauan Wabah Corona Wuhan Dipindah ke Dinkes Aceh

BANDA ACEH I ACEH HERALD.COM Posko layanan untuk informasi masyarakat dan mahasiswa Aceh di Kota Wuhan, China, mulai Rabu (12/2/2020) dipindahkan dari Dinas Sosial Aceh ke Dinas Kesehatan Aceh, kata Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, saat menggelar konferensi pers di Dinas Sosial Aceh, Selasa, (11/2/2020). Dikatakan, sejak Minggu (26/1/2020) lalu, pasca ditemukan adanya wabah yang … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdul Gani bersama Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, Kadinkes Aceh, dr. Hanif bersama Kepala SKPA lainnya saat mengikuti konferensi pers pemindahan posko informasi masyarakat Aceh di Wuhan, di Dinas Sosial Aceh, Selasa, (11/02/2020).

BANDA ACEH I ACEH HERALD.COM

Posko layanan untuk informasi masyarakat dan mahasiswa Aceh di Kota Wuhan, China, mulai Rabu (12/2/2020) dipindahkan dari Dinas Sosial Aceh ke Dinas Kesehatan Aceh, kata Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, saat menggelar konferensi pers  di Dinas Sosial Aceh, Selasa, (11/2/2020).

Dikatakan,  sejak Minggu (26/1/2020) lalu, pasca ditemukan adanya wabah yang mematikan di Wuhan, China, untuk membantu masyarakat Tanah Rencong, Pemerintah Aceh membuka posko komunikasi guna mempermudah pemantauan informasi mahasiswa Aceh yang terisolir akibat virus corona di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Juru bicara Pemerintah Aceh. Saifullah Abdul Gani yang akrab disapa SAG menjawab AcehHerald.com menyebutkan jumlah mahasiswa Tanah Rencong sedang menuntut ilmu di China seluruhnya berjumlah 65 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 13 orang yang dipulangkan dari Kota Wuhan kini sedang berada di pusat observasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia di Pulau Natuna. Selain itu, di Kota Changcung, hingga Selasa (11/2/2020) masih terdapat 2 orang lagi mahasiswa Aceh.

Sedangkan yang lainnya dilaporkan  ada yang sudah pulang secara mandiri dan  ada juga yang dipulangkan oleh Pemerintah Aceh.

Lebih jauh, Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri menambahkan yang dua orang di Changcung dijadwalkan Rabu (12/2/2020) besok, satu diantaranya akan pulang ke Aceh, sementara satu lagi memilih tetap menetap di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Dikatakan, meski sudah tidak lagi berada di China,  pihak Pemerintah Aceh akan  terus menjalin komunikasi dengan mahasiswa yang kini sedang diobservasi di Natuna. “Alhamdulillah, kondisi  mereka di Natuna dan China dalam keadaan yang sehat-sehat saja,” ujarnya.

Menurut informasi, karena kondisinya sehat-sehat saja, para mahasiswa Aceh yang saat ini masih berada di Natuna akan dipulangkan pada tanggal 16 Februari 2020 mendatang. “Seluruh mahasiswa itu terlebih dahulu dibawa ke Jakarta, lalu pihak Kementerian Luar Negeri RI menyerahkan kepada Pemerintah Aceh.

Baca Juga:  Pengusulan Kandidat Calon Dirut BAS Sebaiknya Lewat RUPS-LB

Corona belum berhenti

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif, mengatakan, permasalahan virus corona yang sangat mencemaskan dunia kesehatan dan  mematikan itu hingga saat ini belum berhenti.

Bahkan, kata dia, jumlah korban yang terpapar maupun yang meninggal akibat virus tersebut terus bertambah.

Karena itu, untuk menjaga-jaga, Pemerintah Aceh telah menyiapkan sejumlah perangkat untuk mengantispasi dan mencegah agar masyarakat Aceh terhindar dari virus corona yang mematikan tersebut.

Dikatakan, untuk menghindari terpapar bagi warga Aceh, pihaknya sudah menyediakan sejumlah peralatan medis yang memadai di sejumlah rumah sakit untuk menangani pasien tercemar virus corona.

Dikatakan, meski Pemerintah Aceh sudah menyediakan peralatan sebagai antispasi, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak cemas. Masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan, tubuh, sanitasi, serta mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

“Syukur kita masyarakat Aceh tidak makan yang macam-macam, masyarakat kita mengkonsumsi makanan yang halal. Kita tahu virus ini berasal dari hewan liar yang dikonsumsi oleh manusia, seperti kelelawar, katak hijau, lipan, ular, dan tikus” kata Hanif.

Menurut Hanif, meski hingga saat ini Aceh masih aman dari ancaman virus mematikan itu, namun  virus corona ini dilaporkan sudah merebak ke 26 negara.

Hadir dalam acara itu, Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian Aceh, Marwan Nusuf, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).

Editor  : M Nasir Yusuf

Berita Terkini

Haba Nanggroe