Petani Aceh Besar Dukung PON, Jadwal Tanam Jalan Terus

"Kita sebagai petani sangat mendukung event bergengsi ini, apalagi Aceh sebagai tuan rumah. Tentu saja kita sebagai masyarakat Aceh akan menyambut tamu dengan baik, karena suksesnya perhelatan ini akan menunjukkan martabat kita di mata mereka," ujar Syamsi,
Shiyamusyamsi Ketua Kelompok Tani Al Falah Aceh Besar

Iklan Baris

Lensa Warga

KOTA JANTHO I ACEHHERALD.com – Petani Aceh Besar mendukung pelaksanaan kejuaraan multi event olahraga bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2024 yang dilaksanakan di Aceh dan Sumut pada September 2024 mendatang, yang juga Aceh Besar sebagai penyelenggara beberapa cabor. .

Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Tani Al Falah Shiyamusyamsi, dalam rangka menjawab polemik yang beredar terkait Surat Panitia PON Aceh – Sumut Nomor 43/PB-PON-XXI/ACEH//XI/2023 tanggal 27 November 2023 yang ditujukan kepada Pj Bupati Aceh Besar, yang berisikan anjuran pergeseran masa tanam padi sejak Mei hingga September 2024 atau selesai PON. “Kita sebagai petani sangat mendukung event bergengsi ini, apalagi Aceh sebagai tuan rumah. Tentu saja kita sebagai masyarakat Aceh akan menyambut tamu dengan baik, karena suksesnya perhelatan ini akan menunjukkan martabat kita di mata mereka,” ujar Syamsi, Selasa (2/4/2024).

Terkait permintaan pergeseran masa tanam yang seharusnya akan dimulai bulan Mei mendatang, ia mengaku tidak bisa memastikan akan dilakukan pergeseran masa tanam oleh para petani, karena area yang memanfaatkan aliran waduk tidak begitu luas. Di sisi lain, ada beberapa alternatif sumber air yang bisa dimanfaatkan petani untuk mengairi areal persawahan mereka selama ini. “Sumber air untuk areal pertanian tidak begitu luas yang berasal dari waduk keliling, ada yang tadah hujan hingga pompanisasi sumur bor,” ujar Syamsi yang saat ini sedang fokus pada bisnis pembibitan varietas padi unggulan di Aceh.

Dengan kata lain, ada beragam teknis pengadaan air yang dilakukan para petani, dan selama ini hanya sebagian kecil yang memanfaatkan suplai air waduk keuliling yang memang makin turun debitnya.

Sebelumnya, banyak yang merespon terkait usulan pergeseran masa tanam, disebabkan pelaksanaan cabang olahraga dayung venuenya di Waduk Keliling Gampong Bak Sukon Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar. Dengan alasan untuk menjaga ketinggian (elevasi) permukaan air waduk.

Baca Juga:  Curah Hujan Tinggi, Jalan Takengon - Isaq Nyaris Putus Total

Sekjend Ikatan Pemuda Aceh Besar M Ali juga menanggapi soal opsi pergeseran masa tanam tersebut. Ia menilai pergeseran terlalu lama juga berpotensi merugikan beberapa petani yang selama ini memanfaatkan air waduk. Namunjika kondisi itu diakibatkan oleh ketidakmampuan waduk akibat debit minim, tentu akan lain ceritanya.

Untuk itu Sekjend IPAR itu meminta Pj Bupati Aceh Besar untuk merespon surat tersebut dengan bijak.
(**)

Kata Kunci (Tags):
pon 2024 aceh-sumut, debit air, waduk keliling, venue dayung

Berita Terkini

Haba Nanggroe