Penumpang ke Sabang Membeludak

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Arus penumpang kapal dari pelabuhan penyeberangan Uleelheu menuju Balohan Sabang, terlihat membeludak, sejak sepekan terakhir. Pihak ASDP Kemnhut selaku operator kapal penyeberangan menambah jadwal pelayaran Ulelheu-Balohan (PP) menjadi empat kali setiap hari. Sementara sebelumnya hanya tiga kali penyeberangan. Menurut Supervisi Lintasan ASDP, Husaini, lonjakan penumpang itu terjadi sejak tanggal 22 … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Antrian panjang saat membeli tiket kapal penyeberangan di pelabuhan Uleelhue Banda Aceh. Foto Ibrahim Sihombin

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Arus penumpang kapal dari pelabuhan penyeberangan Uleelheu menuju Balohan Sabang, terlihat membeludak, sejak sepekan terakhir. Pihak ASDP Kemnhut selaku operator kapal penyeberangan menambah jadwal pelayaran Ulelheu-Balohan (PP) menjadi empat kali setiap hari. Sementara sebelumnya hanya tiga kali penyeberangan.

Menurut Supervisi Lintasan ASDP, Husaini, lonjakan penumpang itu terjadi sejak tanggal 22 Desember 2019 seiring dimulainya jadwal libur sekolah. Data dari pihak syahbandar Uleelheu menngungkapkan jumlah penunpang yang diseberangkan dari Banda Aceh menuju Sabang dalam kurun waktu 22 s/d 26 Desember saja mncapai 8000 orang lebih.

Angka itu dipastikan makin melonjak tajam hingga mencapai puncaknya pada tanggal 30 Desember besok, seiring makin mendekatkanya waktu pertukaran tahun 2019-2020.

Husaini. Foto Ibrahim Sihombin

Husaini mengakui jika angkutan Nataru (natal tahun baru) kali ini terjadi peningkatan penumpn sebanyak 12 persen dibanding tahun 2018. Jumlah penumpang yang tercatat itu belum termasuk kapal cepat. Yang juga diperkirakan nyaris sama dengan jumlah yang diseberangkan oleh kapal feria tau lazim disebut kapal cepat. “Alhamdulillah, tahun ini cuaca sangat mendukung. Kita selalu melakukan koordinasi dengan pihak BMKG, untuk mengetahui kondisi dan potensi cuaca secara real time,” kata Husaini.

Penyeberangan dari Ulelheu-Balohan dilayani dua kapal feri yaitu KMP Tanjung Burang dan KMP BRR. Penumpang kapal lambat itu umumnya warga lokal dari seluruh Aceh, terutama yang membawa kendaraan bermotor ke Sabang. Selain itu juga wisatawan domestic lintas propinsi. Sementara wisatawan manca negara serta mereka yang tak membawa kendaraan lebih memilih nik kapal cepat.

Sementara penyeberangan kapal cepat dilayani sedikitnya empat kapal cepat milik swasta setiap harinya.

 

Penulis : Ibrahim Sihombing

Baca Juga:  Dailami Resmikan Operasional Pasar Simpang Tiga Redelong

Berita Terkini

Haba Nanggroe