
DUSHANBE I ACEH HERALD
PENGURUS Besar (PB) Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) mengikuti kegiatan Executive Committee and Conggres KCAO dan Kejuaraan dunia Kurash dengan label XI Asian Senior Championship di Dushanbe, Tajikistan.
Kegiatan yang mulai berlangsung sejak tanggal 16 Maret 2022 itu, dari Indonesia diikuti oleh enam orang peserta, dipimpin langsung Ketua PB Ferkusi, Mayjen TNI (Purn) T A Hafil Fuddin SH SIP MH, dua orang diantaranya adalah atlet kurash. “Alhamdulillah, sesuai skedul kami tiba di Dushanbe tanggal 15 Maret,” kata Mayjen TA Hafil, mantan Pangdam Iskandar Muda.

Dalam kejuaraan dunia yang diikuti 20 negara itu, Indonesia yang hanya membawa dua orang atlet berhasil meraih medali perunggu. Venue kurash tersebut berada di Universal Sports Complex Dushanbe Karamov Street,Dushanbe Tajikistan.”Ini benar benar surprise, anak anak bertarung dengan para juara dunia yang jelas jelas punya mental juara, namun mereka tak kenal menyerah hingga akhirnya meraih perunggu, mengalahkan atlet Asia Tengah sekalipun yang dikenal sebagai gudang atlet kurash. Prestasi ini juga menjadi modal bagi kurash yang menjadi cabang olahraga di PON mendatang di Aech/Sumut,”kata Hafil Fuddin.

Dalam kongres dan pertemuan komite eksekutiv di Tajikistan, dibicarakan beberapa hal menyankut eksistensi olahraga kurash, sebagai olahraga bela diri yang kini telah mendunia. Kegiatan itu secara resmi berakhir hari ini di Dushanbe, Tajikistan.
Kurash sendiri akan menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan secara resmi di PON Aceh Sumut. Sedikitnya sebagai 16 propinsi telah memiliki Pengprov Kurash, termasuk Aceh.




