Muharram bin Idris: Kami Tahu Persis Kekuatan ‘Senjata’ Kami serta Potensi Kekuatan ‘Senjata’ Lawan

“Jika memasuki medan tempur, kami harus mengetahui persis kekuatan ‘senjata’ kami dan juga potensi kekuatan ‘senjata’ lawan. Itu saja,” tandas Syech yang sehari hari menjadi Ketua BKM Masjid Baiturrahim Uleelheu dan Ketua Pembangunan Masjid Bustanul Jannah Ajun itu.
Muharam Idris (kanan) dan Syukri Jalil(kiri). Foto Ist

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Salah satu faktor yang membuat masyarakat Aceh Besar kalah maju dengan kawasan lain di Aceh adalah karena terpuruknya ekonomi kerakyatan. Kondisi itu muncul karena minimnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dengan dunia usaha dalam beberapa dekade terakhir. “Akibatnya ekonomi rakyat semakin terpuruk, sementara Aceh Besar adalah kawasan ibukota propinsi. Ini jelas sebuah ironi.”

Hal itu diungkapkan Muharam Bin Idris, saat menyambangi komunitas lintas media di Pos Kupi, Kuta Alam, Senin (12/08/2024) tadi malam. Muharam yang menjadi kandidat Calon Bupati Aceh Besar di kontestasi Pilkada Aceh Besar tahun 2024 itu, datang dengan wakilnya Syukri Jalil serta beberapa pendamping.

Lelaki yang kadang disapa Panglima Muharam itu mengungkapkan keprihatinannya terhadap Aceh Besar, sebagai satu satunya kawasan di Aceh yang tak memiliki ibukota kabupaten, layaknya daerah kabupaten/kota lainnya. “Memang ada namanya Kota Jantho, tapi yang ada hanya beberapa kedai kopi serta kedai sembako. Ini jelas jauh dari kesan sebuah pusat kota yang hiruk pikuk dengan kesibukan perdagangan atau lainnya,” kata Muharram diiyakan Syukri.

Muharam/Syukri mengaku telah mengantongi konsep yang jelas tentang upaya mewujudlan Kota Jantho sebagai sebuah kota kabupaten di Aceh Besar, termasuk dengan menfungsikan kota itu sebagai kawasan pendidikan dengan menghadirkan beberapa fasilitas pendidikan terdepan. Seperti upaya kembali menghadirkan STPDN ke Aceh Besar, serta menggarap pesona wisata alam di seputaran Jantho serta potensi wisata bahari yang melimpah.

Pada sisi lain, Muharam yang juga seorang kombatan GAM itu mengaku akan fokus ke sektor arus bawah seperti pertanian/perikanan hingga menggairahkan UMKM di Aceh Besar, sebagai jalan menuju perbaikan ekonomi kerakyatan. “Saat ini terjadi disparitas pendapatan yang signifikan antara Aceh Besar dengan Banda Aceh. “Seorang Jukir di Banda Aceh bisa dapat penghasilan sampai Rp 300 ribu per hari, kalau Jukir Aceh Besar jelas tak mampu mencapai evel sepertiitu. “ita kini hanya tinggal rasa bangga sebagai warga Aceh Besar. Saya takut nasib warga Aceh Besar akan makin ke pingir hingga ke kaki gunung, seperti nasib orang betawi yang terpinggirkan. Tenetu ini sangat tidak kita inginkan,” kata pria yang akrab disapa Syech Muharram itu.

Baca Juga:  Pj Gubernur Minta KKP Keruk Pelabuhan PPS Lampulo

Ketika ditanya kelompok dominan yang mendukungnya dari jalur indeoendent, Muharam dengan lugas mengatakan, mereka mendapat amanah dari rakyat yang ingin berubah nasibnya, yang selama ini menggeluti UMKM  seperti home industri, dari kaum tani yang kekurangan pupuk dan nelayan yang selama ini menjerit akibat perberlakuan barcode dan pembatasan BBM, sementara tak bisa membeli langsung ke SPBU, serta level grasroot lainnya. “Intinya kita ingin berubah dan rakyat telah menanti itu sejak lama. Kamoe meurasa buetnyoe wajeb (kami merasa kerja ini wajib),” tutur Syech.

Ketika dtanya mengapa memilih jalur independen, Syeh Muharam mengatakan, ia ingin membuat peruhaban secara signifikan, hingga memilih jalur rakyat. “Kalau kami memilih jalur partai tentu itu tergantung ketua dan mau tak mau akan ada intervensi. Kami tak mau dengan kondisi tersebut.”

Ketika ditanya soal peluangnya di kontestasi politik Aceh Besar, Muharram yang selama rentang konflik sering melakoni ‘perang gerilya’ dan menjadi Panglima GAM Aceh Rayeuk, hanya menjawab singkat. “Jika memasuki medan tempur, kami harus mengetahui persis kekuatan ‘senjata’ kami dan juga potensi kekuatan ‘senjata’ lawan. Itu saja,” tandas Syech yang sehari hari menjadi Ketua BKM Masjid Baiturrahim Uleelheu dan Ketua Pembangunan Masjid Bustanul Jannah Ajun itu, sambil mengakhiri perbincangan kami jelang tengah malam.

Kata Kunci (Tags):
muharram idris, syukri jalil, pilkada aceh besar, kontestasi politik, kota jantho

Berita Terkini

Haba Nanggroe