Ketum IKWI Pusat: Akan Dampingi dan Lindungi Jika Anggota IKWI Korban KDRT

Terkait KDRT yang dibahas di seminar Ikwi pada HPN 2024, Ketum IKWI Pusat masih ada wacana untuk mengedukasi anggota Ikwi, baik di pusat maupun provinsi ataupun daerah soal kekerasan terhadap perempuan.
Ketum IKWI Pusat, Ny Andi Dasmawati HCB memberikan cenderamata kepada Penasehat IKWI Dr Prita Kemal Gani usai Seminar IKWI KDRT dan Konsolidasi Organisasi di Candi Bentar Putri Duyung Ancol, Jakarta, Ahad (18/2/2024). Foto dokumentasi Acehherald.com.

Iklan Baris

Lensa Warga

JAKARTA | ACEHHERALD.COM  – Ketua Umum Ikatan Wartawan Keluarga Indonesia (IKWI) Pusat, Ny Andi Dasmawati Hendry Ch Bangun mengakui jika anggota IKWI menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), maka pihaknya akan melindungi dan mendampingi.

“Siapapun itu harus melaporkannya kepada kami, sehingga kami bisa mengambil sikap untuk bertindak mendampingi dan melindungi anggota yang menjadi korban,” ujar Ny Andi Dasmawati, P.hD, usai seminar IKWI tentang KDRT dan Konsolidasi Organisasi di Candi Bentar Putri Duyung Ancol, Jakarta, Ahad (18/2/2024).

Ia mengatakan di kepengurusan Ikwi ada bidang yang bakal memdampingi, namun si korbannya harus mengadu atau melaporkan telah menjadi korban KDRT ke Ikwi nya.

Terkait KDRT yang dibahas di seminar Ikwi pada HPN 2024, Ketum IKWI Pusat masih ada wacana untuk mengedukasi anggota Ikwi, baik di pusat maupun provinsi ataupun daerah soal kekerasan terhadap perempuan.

Begitu juga, pihaknya telah bekerjasama dengan sejumlah pihak yang berkaitan dengan kekerasan dalam rumah tangga, termasuk salah satunya dengan mabes Polri dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan.

Selain Ketum IKWI Pusat sebagai pemateri seminar, ada juga Dr. Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR, FIPR (Penasehat IKWI Pusat yang juga publik speaking).

Dr Prita usai memaparkan tentang apa yang harus dilakukan ketika perempuan menjadi korban yang jika sudah berulang kali kasusnya terjadi. “Harus banyak membaca, mendengar pengalaman orang lain, dan jangan memendam rasa sendirian, tapi harus terbuka dengan sekitarnya.”

Juga harus bisa keluar dari lingkaran kekerasan itu. Namun, katanya, jika takut keluar dari lingkaran itu, perempuan yang menjadi korban pastinya akan terbebani dengan ketakutan ditinggal suami, bikin malu keluarga dan beragam alasan lain sehingga menyebabkan si korban terkungkung dalam lingkaran persoalan tersebut.

Baca Juga:  Forkopimda Kota Banda Aceh Larang Perayaan Tahun Baru

Satu lagi bahwa dunia tidak akan mati untuk korban kekerasan, ujar Dr Prita. Malahan si korban harus bangkit dan mulai lah berusaha mengais rezeki dengan kemampuannya untuk dapat menghidupi diri dan anak-anaknya.

Ditambahkannya ada yang bilang si pelaku KDRT bisa di shock terapi. Ia menilai bahwa salah satunya dengan keberanian si korban meninggalkan pelaku dan tidak perlu membalas.

Kata Kunci (Tags):
hpn 2024, ikwi pusat, ikwi aceh, kdrt, kerumah ikwi pusat, prita kemal gani,

Berita Terkini

Haba Nanggroe