Selasa, November 30, 2021

Kesaksian Seorang Dahlan Jalil, Kami Runtuh Sebelum Masuk Lapangan

Mimpi Buruk Final 1993

Dahlan Jalil saat tampil di final sepakbola PON tahun 1993. Dok Pribadi

BANDA ACEH I ACEH HERALD

BESOK pukul 13.00 WIB atau pukul 15.00 WIT, skuad PON Aceh akan menjajal tim tuan rumah Papua di babak final cabang olahraga paling bergengsi, sepakbola. Laga yang dipastikan sarat dengan adonan emosi itu akan berlangsung di Stadion Mandala, Jayapura. Tampil sebagai underdog, Akhirul Wahdan dkk memiliki sejuta rintangan. Mulai dari kondisi cuaca Papua yang begitu menyengat hingga membuat kulit terkelupas, hingga faktor penonton yang bisa saja mnghalalkan segala cara karena berstatus tuan rumah.

Namun dari semua faktor itu, faktor kenyamanan moral secara tim akan terasa menjadi sangat signifikan dalam memengaruhi semangat atau spirit bertanding. “Ini yang justru merusak konsentrasi tim menjelang laga, karena membuyarkan daya juang serta spirit dalam bertempur di lapangan hijau,” ujar salah seorang legenda hidup sepakbola Aceh.

Adalah, Dahlan Jalil yang kini menjadi karyawan Bank Aceh, salah seorang saksi hidup sekaligus pelaku sejarah dalam final sepakbola PON 1993 di Jakarta. Sama seperti saat ini, Aceh melaju ke final kala itu setelah membenam Jatim. Sementara Papua setelah menekuk Sumut.

Line Up Aceh kala itu antara lain dihuni  Zulfan (kiper), Tarmizi ‘weh’ Rasyid, Dahlan Jalil, bomber muda Irwansyah. Khusus Irwansyah dipasang di partai final, karena striker utama skuad Aceh kala itu, Zaini Yusuf yang juga adik mantan gubernur Irwandi Yusuf mengalami cedera di babak semifinal. Sementara posisi pelatih dipegang oleh Parlin Siagian serta manajer Rustam Efendi.

Foto ist

Sementara line up Papua—kala itu masih bernama Irian Jaya—juga tak kalah mentereng. Di sana ada Edwar Ivakdalam yang kini melatih skuad PON Papua. Selain itu juga Chris Leo Yarangga, Ferdinando Fairyo, Aples Tecuari, dan Ronny Wabia. Nama nama itu pula yang akhirnya dipanggil masuk tim nasional PSSI.

Dahlan Jalil yang kala itu berposisi sebagai gelandang serang mengisahkan, tanda tanda keruntuhan Aceh sudah tampak kala sehari sebelum final. Disebut-sebut anak anak muda itu ‘sudah diracuni’ janji yang ternyata abal abal atau tak sesuai  dengan kenyataan. Walau Dahlan menolak merinci soal janji itu, Acehherald.com mendapatkan dari sumber sumber lain, janji itu adalah masalah bonus.

Sejenak memenangkan laga semifinal kontra Jatim, Irwansyah dkk dijanjikan bonus Rp 2,5 juta jika menang di final. Dan sebanyak Rp 2 juta jika mendapat juara 2 yang memang sudah ada di tangan.

Spirit bertanding pasukan muda Aceh langsung menggebu-gebu. Namun persoalan menjadi lain ketika sehari sebelum laga final, terungkap masalah pasti nominal itu. Angka Rp 2,5 atau 2 juta itu adalah untuk secara tim. Para pemain benar benar terpukul dengan kenyataan tersebut, karena jika dibagi dengan sama rata, setiap pemain hanya mendapatkan sekitar Rp 90.000. Angka yang membuat miris dan menangis. Konon lagi, para pemain lain di luar Aceh mendapat masing masing Rp 2 juta untuk tim yang masuk semifinal. “Saya menyaksikan sendiri, para pemain yang sedang on fire tiba tiba drop seperti orang kena Covid saat ini. Mereka sudah ayal ayalan hingga ada yang bergadang semalaman. Fisik sudaj terkuras sebelum ;aga dimulai. Di sisi lain pertandingan yang dimulai saat siang bolong dengan pertimbangan PON ditutup petang hari membuat kondisi tim makin buruk. Secara mental dan spirit, kami sebenarnya telah kalah sebelum berlaga,” kata Dahlan Jalil.

Benar saja, dalam laga final itu menjadi anti klimaks bagi Dahlan Jalil dkk. Mereka dihajar oleh anak anak Irianjaya (Papua) dengan skor telak 6-3. Anak anak Aceh tampil seperti kendaraan habis BBM di tengah jalan. Mereka menjadi bulan bulanan di tengah lapangan. Entrenador Parlin Siagian membungkam di sisi lapangan.

Bukti dari habis bensin itu adalah gol yang tak biasa dan melukai nurani seluruh masyarakat Aceh, ketika David Saidui yang memanfaatkan kesalahan lini belakang Aceh, Tarmizi Rasyid serta kiper Zulfan, mencetak gol dengan cara mendorong bola dengan pantatnya. David seperti meng olok olok saat memposisikan di garis gawang, sementara pemain Aceh sudah pasrah. Lalu dengan pantat, bola itu disorong ke dalam gawang.

David Saidui akhirnya menjadi topskor sepakola PON 1993 dengan sepuluh gol. Final yang menjadi mimpi buruk anak anak Aceh di tahun 1993 itu dimenangkan Papua dengan skor 6-3. Dua gol Aceh saat itu dicetak melalui heading maut Irwansyah yang tampil di laga final akibat cederanya Zaini Yusuf.

Kita berharap mimpi buruk tahun 1993 itu jangan terulang di Stadion Mandala,besok. Jangan pernah ada kata sudah porak poranda duluan sebelum masuk medan laga. Apalagi porak poranda karena janji janji yang tak pasti. Dahlan Jalil telah menjadi saksi hidup dari ikut merasakan pengalaman menyesakkan sanubari itu.

- Advertisement -

Related Articles

Banggar DPR Aceh Bahas RAPBA 2022

BANDA ACEH | ACEHHERALD.com– Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mulai membahas rancangan Qanun Aceh tentang R-APBA 2022 yang berlangsung dalam Rapat Paripurna...

Ular Mematikan Meringkuk di Usaha Perabot

JANTHO I ACEH HERALD PASAR Lhoong yang terketak di kawasan Gampong Monmata, tiba tiba geger, Selasa (30/11/2021) pagi menjelang siang tadi. Semua itu bermuasal dari...

Polda Aceh Tangkap 100 Kg Sabu

BANDA ACEH | ACEHHERALD.com- Kepolisian Daerah (Polda) Aceh berhasil mengungkap dan menangkap 100Kg sabu dari jaringan internasional, Aceh-Malaysia. Bersama barang bukti, polisi juga menangkap tiga...
- Advertisement -

Ikuti Kami

22,018FansSuka
0PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Berita Terbaru

Banggar DPR Aceh Bahas RAPBA 2022

BANDA ACEH | ACEHHERALD.com– Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mulai membahas rancangan Qanun Aceh tentang R-APBA 2022 yang berlangsung dalam Rapat Paripurna...

Ular Mematikan Meringkuk di Usaha Perabot

JANTHO I ACEH HERALD PASAR Lhoong yang terketak di kawasan Gampong Monmata, tiba tiba geger, Selasa (30/11/2021) pagi menjelang siang tadi. Semua itu bermuasal dari...

Polda Aceh Tangkap 100 Kg Sabu

BANDA ACEH | ACEHHERALD.com- Kepolisian Daerah (Polda) Aceh berhasil mengungkap dan menangkap 100Kg sabu dari jaringan internasional, Aceh-Malaysia. Bersama barang bukti, polisi juga menangkap tiga...

Pelaku wisata Aceh Kecewa, Dishub Ubah Jadwal Kapal Sebelum Ujicoba

BANDA ACEH | ACEHHERALD.com- Ketua Ketua Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Aceh, Umar Machtub menyatakan kekecewaannya atas kebijakan Dinas Perhubungan Aceh yang mengubah dan membatalkan...

Boat Terbalik, Pedagang Kueh Tewas Tenggelam

JANTHO I ACEH HERALD MURDHANI (45) warga Plimbang Bireun yang kini menetap di Gampong Lamnga Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, ditemukan tak bernyawa, usai tenggelam di...
- Advertisement -