
[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]
MEUREDU | ACEH HERALD
NEK Sapiah, janda lanjut usia (lansia) warga Gampong Peulakan Tambo Kecamatan Bandardua, Pidie Jaya yang tubuhnya mengalami luka bakar akibat tersambar api kompor, saat memasak sekitar tiga pekan lalu, kini berangsur-angsur membaik. Pasca musibah, banyak orang berempati untuk sang nenek. Selasa (20/10/2020) giliran pegawai Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Pidie Jaya menjenguk Nek Sapiah yang masih terbaring di rumahnya.
Kepala Kankemenag Pidie Jaya, Ahmad Yani SPd.I yang ditemui Aceh Herald di ruang kerjanya, Selasa (20/10/2020) jelang siang, membenarkan pihaknya sudah memerintahkan Kasubbag TU, Mukhlis SAg dan Petugas Penyelenggara Zakat & Wakaf serta dua staf untuk berkunjung ke rumah Nek Sapiah sekaligus membawa alakadar bantuan berupa sembako (beras, minyak makan dan telur) plus sedikit uang kontan. “Ya benar, tadi pagi kita sudah mengantar alakadar bantuan untuk korban,” kata Yani.
Diakui Ahmad Yani, bahwa bantuan yang disalurkan tidak seberapa dibandingkan dengan derita yang dialami korban. Itu adalah sebagai salah satu bentuk kepedulian jajaran Kankemenang terhadap orang musibah. Apalagi, Nek Sapiah Harun yang kini sudah berusia sekitar 80 tahun, hanya tingggal berdua dengan adiknya Tihawa (75). Untuk makan hari-hari saja juga mengandalkan sedekah dari orang, kata Yani.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sapiah penduduk Gampong Peulakan Tambo-Ulee Gle persis bak kata pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga” karena hampir sekujur tubuhnya mengalami luka bakar, karena tersambar api. Kronologis kejadiannya, sekitar tiga pekan lalu atau tepatnya, Kamis (1/10/2020) menjelang siang.
Kala itu Sapiah hendak menghidupkan api untuk memasak menggunakan kayu bakar. Nenek ini menuangkan sedikit minyak tanah agar mudah tersulut api. Diduga karena minyak yang dituang tadi agak banyak, sehingga begitu tersulut api menggunakan mancis (korek api) maka langsung tersambar ke bagian tubuh terutama bagian muka, kepala hingga rambutnya.
Kini, wanita renta itu dirawat petugas medis dari Puskesmas Kuta Krueng yang datang secara rutin ke rumah korban. Hingga memasuki pekan ketiga, petugas medis secara rutin mendatangi korban di rumahnya Gampong Peulakan Tambo. “Hampir setiap hari petugas kesehatan dari Puskesmas Kuta Krueng datang kesini merawat kakaknya Sapiah,” kisah Tihawa, adik Nek Sapiah.(*)
PENULIS : ABDULLAH GANI




