Kakek Perkosa Anak di Bawah Umur, Minum Racun Tikus Saat Didatangi Polisi

JAMBI I ACEH EHRALD.com Seorang kakek di Jambi berinisial TV (60) yang merupakan tersangka pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah

Ilustrasi anak (shutterstock)

JAMBI I ACEH EHRALD.com

Seorang kakek di Jambi berinisial TV (60) yang merupakan tersangka pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur nekat meminum racun tikus.

Cairan racun tersebut ia minum saat polisi menggerebek tempat persembunyiannya di Kecamatan Mandiangin, Sarolangun, Jambi, Jumat (17/1/2020) lalu. Akibatnya, kakek berusia 60 tahun itu harus dilarikan ke rumah sakit.

Kasat Reskrim Iptu Bagus Faria mengatakan, TV menjadi buronan polisi setelah melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, TN (9) pada September 2019 lalu. TV melarikan diri dan bersembunyi selama kurang lebih lima bulan.

Jumat (17/1/2020), polisi mendeteksi, TV tengah berada di rumah anaknya di Kecamatan Mandiangin. Saat didatangi oleh polisi, kakek berusia 60 tahun itu memang tengah berada di sana.
Melihat kedatangan polisi, TV tampak panik. Sebelum dibekuk, ia sempat berusaha kabur. TV kemudian mengambil sebuah botol berwarna kuning dan meminum cairan di dalamnya seperti dikutip AcehHerald.com dari Kompas.com, Ahad (19/1/2010).

Saat ditanya oleh polisi, TV mengatakan cairan yang diminumnya adalah obat anak-anak. Namun tak berselang lama, tubuh TV menjadi lemas. Polisi curiga cairan yang diminumnya adalah racun.

“Di perjalanan pelaku terlihat lemas, kemudian anggota menanyakan kembali kepada pelaku dan pelaku mengakui bahwa yang diminum tersebut adalah racun tikus,” katanya.

Mengetahui hal tersebut, polisi membawa TV ke Puskesmas Mandiangin.  TV ditangkap lantaran melakukan pemerkosaan terhadap TN (9) yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. TV mengaku sudah enam kali mencabuli TN.

Perilaku bejat itu dilakukannya di rumah TV di Jalan Mandiangin Sarolangun sekitar bulan September 2019. Ia kemudian melarikan diri. Polisi membekuknya setelah lima bulan TV bersembunyi dari kejaran.

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe