Kakek Cabuli 2 Cucunya Dituntut 200 Bulan, Kuasa Hukum: Siapkan Pledoi

Soal tuntutan JPU 200 bulan, itu hak nya jaksa. Lagi pula sidang nya masih berjalan dan pihak kita akan menyiapkan pembelaan atas tuntutan itu
foto ilustrasi : ist/ totabuan.co

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH | ACEHHERALD.COM  – Kakek gaek mencabuli dua cucu kandungnya di Banda Aceh, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Banda Aceh, 200 bulan. Menanggapi tuntutan tersebut, kuasa hukum pelaku SA (71) mengaku akan mempersiapkan pledoi.

“Soal tuntutan JPU sebanyak 200 bulan, itu hak nya jaksa yang menuntut. Lagi pula sidang nya masih berjalan dan pihak kita akan menyiapkan pembelaan atas tuntutan itu,” kata Muzakir AR, kepada awak media, Kamis (21/9/2023) usai sidang tuntutan JPU di Mahkamah Syariah Kota Banda Aceh.

Dijadwalkan sidang lanjutan dengan agenda pembacaan pledoi akan digelar pekan depan atau tepatnya Rabu (27/9/2023) sore.

Amatan awak media di lokasi. Sidang tertutup pada kasus pelecehan seksual yang dilakukan kakek terhadap kedua cucunya itu berjalan singkat. Pelaku hadir didampingi kuasa hukumnya dan tampak pula anak pelaku notabene ibu kandung dari kedua korban.

Usai sidang, pelaku langsung diamankan dari depan ruang sidang. Kuasa hukum pun sama, ia menjauh dengan alasan masih ada sidang lainnya yang harus ditanganinya. Begitu juga dengan majelis hakim dan JPU yang seketika tak terlihat lagi di tempat.

Seperti pernah dimuat sebelumnya, nasib pilu dialami dua bocah berusia 4 tahun dan 11 tahun di Banda Aceh. Setelah orang tuanya berpisah, keduanya dicabuli sang kakek.

“Keduanya dicabuli kakek berinisial SA (71) sejak 2021 hingga 2023. Pelaku adalah ayah dari ibu korban,” kata Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Fadillah Aditiya Pratama kepada wartawan, Selasa (23/5).

Fadil menjelaskan, kedua korban saat ini tinggal di rumah yang juga ditempati SA. Pelaku yang merupakan pensiunan PNS itu disebut kerap mengajak korban bermain ponsel di kamarnya.

Baca Juga:  Polda Sumatera Utara Musnahkan 2 Hektar Ganja di Madina

Ketika korban sedang bermain, saat itulah pelaku mencabuli korban. Kedua korban disebut dicabuli berkali-kali di waktu berbeda.

“Saat ini ayah dan ibu korban telah berpisah sejak tahun 2021 sehingga dimanfaatkan oleh SA. Jadi SA memanfaatkan momen ini untuk melangsungkan aksi bejatnya terhadap cucunya,” jelas Fadil, dilansir dari news.detik.com.

Berita Terkini

Haba Nanggroe