Rabu, Januari 20, 2021

Hj Rizayati: Berbuat Jauh Lebih Baik Daripada Memikirkan Cibiran Orang

Hj Rizayati (Dok. Aceh Herald)

[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]

JAKARTA | ACEH HERALD

TEGAS, lugas, berani, tetap fokus plus komit serta murah senyum, begitulah gambaran general orang-orang yang telah mengenal sosok Dr (Cn) Hj. Rizayati SH MM atau perempuan yang bergelar Srikandi Cut Nyak Cahaya Jeumpa.

Akhir-akhir ini sosok wanita muda asal  Birueun itu sangat dikenal di Aceh dan di berbagai Provinsi di Indonesia, pasalnya sejak setahun terakhir, wanita ini  sering muncul di berbagai media dan hadir di tengah-tengah masyarakat baik terkait gebrakan sosial maupun di bidang bisnis yang digelutinya.

Berbicara di Aceh, awal-awal kemunculannya ke publik banyak yang meragukan kemampuannya dan menganggap remeh gebrakan yang dibuat perempuan 36 tahun tersebut.

Malah saat disemat gelar adat Srikandi Cut Nyak Cahaya Jeumpa oleh sejumlah tokoh Bireuen dan Ulama Kharismatik Aceh di Makam Raja Jeumpa Bireuen tidak sedikit yang mencibirnya dan menanyakan atas dasar apa Rizayati mendapat gelar tersebut, tentunya sejumlah tokoh dan Abu Tumin sudah mempertimbangkannya jauh-jauh hari.

Hj Rizayati bersama investor dari Korea Selaran (Dok. Aceh Herald)

Namun bagi Hj. Rizayati ia tidak pernah mempermasalahkan apa kata orang karena gelar tersebut merupakan sebuah beban besar yang harus dipikulnya, dirinya sadar dengan penghormatan itu ia mempunyai tanggung jawab yang sangat besar di tanah kelahirannya. “Awalnya sempat berpikir, gelar tersebut belum layak saya semat, namun setelah diyakinkan oleh Abu Tumin siapa yang bisa menolaknya, dan menerimanya dengan tekad ke depan akan melakukan yang terbaik untuk Aceh, khususnya Bireuen,” kata Hj. Rizayati beberapa waktu lalu.

Meskipun lahir dari keluarga yang sederhana, Hj. Rizayati yang sempat merasakan konflik Aceh dan melihat kondisi masyarakat pasca konflik yang masih jauh tertinggal dengan daerah lain ia bertekad untuk memajukan Aceh khususnya yang kemudian ia hijrah ke ibukota Jakarta. “Banyak lika-liku yang telah saya alami, tidak mudah mencapai apa yang saya telah dapatkan sekarang, meskipun sering berkunjung hampir ke seluruh daerah di Indonesia dan ada gerakan sosial di daerah lain, tapi saya tetap mengutamakan tanah kelahiran serta ingin melihat Aceh lebih baik ke depan,” tegas pengusaha nasional itu.

Penggagas Program Indonesia Terang tersebut tidak ambil pusing dan memikirkan apa kata orang di luar sana, meskipun ada sebagian yang mencaci maki dan meremehkannya itu semua akan jadi motivasi bagi dirinya dan keluarganya. “Bekerja dan berbuat lebih penting daripada mengurusi cibiran orang, semuanya akan terbukti di saat kita membuktikannya, tidak ada manusia yang sempurna, semua yang kami lakukan biar masyarakat dan Allah yang menilainya,” ujar Hj Rizayati.

Beberapa waktu lalu publik juga dikejutkan dengan kehadiran sejumlah tokoh, pimpinan daerah di sejumlah kabupaten di Indonesia serta yang paling menghebohkan dengan kedatangan Investor asal Korea Selatan ke Aceh.

Kedatangan mereka semua untuk menghadiri pesta Perkawinan adik kandung Hj. Rizayati di hotel Purnama Raya Bireuen pada Selasa 4 Januari 2020 kemarin, meskipun mengundang tamu ribuan orang dan sejumlah pejabat daerah namun tetap dilaksanakan sesuai sesuai protokoler kesehatan Covid19.

Meskipun banyak pejabat dari pemerintahan pusat dan sejumlah pejabat daerah tidak bisa hadir karena masih kondisi Covid19 namun tidak sedikit dari mereka yang mengirimkan ucapan selamat lewat papan bunga.

Di lokasi pesta juga terlihat papan bunga dari Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, para pejabat tinggi negara, sejumlah Menteri, dari sejumlah kepala daerah di Indonesia serta ratusan papan bunga dari perusahaan mitra kerja Hj. Rizayati berjejeran hingga 2 Km.dari tempat acara.

Belakangan diketahui kedatangan Investor asal Korsel tersebut bukan hanya menghadiri pesta namun merupakan balasan kunjungan Hj. Rizayati ke Korsel pada akhir 2020 lalu yang telah melakukan MoU bekerjasama untuk berinvestasi di Aceh dan sejumlah wilayah di Indonesia.

Pada Rabu 5 Januari 2020 Hj. Rizayati, karyawan PT. Imza Rizky Jaya Group bersama Investor Korsel tersebut bertolak ke Pulau Sabang untuk meninjau lahan pembangunan Rumah Sakit Imran Riza (IMZA) yang bertaraf Internasional.

Dalam sebuh acara di Kota Sabang (Dok Aceh Herald)

Kedatangan Presdir Imza Rizky Jaya bersama suaminya, Imran Abdul Hamid, karyawan serta Investor Korea Selatan disambut meriah oleh Walikota Sabang, Bupati Simeuleu dan Sekda Kabupaten Aceh Besar serta sejumlah pejabat teras lainnya.

Selain itu Hj. Rizayati bersama Investor Korea juga menghibahkan 20.000 lebih lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU TS) untuk Kota Sabang, Kabupaten Aceh Besar dan Simeulue. “Tahap awal kami sudah melihat lokasi pembangunan RS IMZA di sejumlah Daerah di Aceh termasuk Sabang, Aceh Besar dan Bireuen, nantinya kita akan pertimbangkan daerah mana yang paling strategis, untuk lampu PJU TS sejumlah 20 ribu unit sudah kami serahkan secara simbolis yang diterima Bupati dan walikota, Insya Allah dalam waktu dekat akan segera terealisisasi,,” kata perempuan penerima sejumlah penghargaan di tingkat nasional tersebut

Untuk pembangunan RS IMZA di Aceh dan di sejumlah wilayah lainnya di Indonesia selain menggandeng Investor Asal Korea Selatan Hj Rizayati juga menggandeng Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) dan sejumlah pihak lainnya.

Meskipun pernah mengalami masa-masa sulit dan jatuh bangun dalam membangun bisnis, namun dirinya sangat yakin tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT berkehendak. “Bekerja dan membantu dengan keikhlasan, tidak melupakan orang yang membutuhkan, yakinlah apa yang akan kita cita-citakan pasti di Ridhai oleh Allah SWT, terkait sejumlah penghargaan yang kami terima itu menjadikan motivasi untuk bekerja dan berbuat lebih baik kedepannya,” pungkas Dr. (Cn) Hj. Rizayati SH, MM.(*)

 

PENULIS     :     FERIZAL HASAN

- Advertisement -

Related Articles

Rumah Amirudin Tertimpa Bak Panah Tumbang Diterjang Angin

SIGLI I ACEH HERALD SEBUAH rumah milik Amiruddin di Gampong Tuha Gogo Kecamatan Padang Tiji, Pidie, rusak di bagian dapurnya, setelah tertimpa pohon nangka atau...

Banjir Luapan Krueng Garot Rendam Lapas Perempuan Kls II B Sigli

SIGLI I ACEH HERALD AKIBAT luapan Sungai Krueng Garot yang mengalir ke Krueng Baro,dan bermuara di depan Meuligoe Bupati Pidie, sempat menggenangi areal Lembaga Pemasyarakatan...

Roma Vs Spezia Kalah, Lakukan Enam Pergantian Pemain?

ROMA | ACEH HERALD - AS Roma membuat enam pergantian pemain saat kalah 2-4 dari Spezia di Coppa Italia. Jumlah itu melebihi dari yang seharusnya. Memangnya boleh? Bermain di Olimpico,...
- Advertisement -

Ikuti Kami

19,899FansSuka
0PengikutMengikuti
17,100PelangganBerlangganan

Berita Terbaru

Rumah Amirudin Tertimpa Bak Panah Tumbang Diterjang Angin

SIGLI I ACEH HERALD SEBUAH rumah milik Amiruddin di Gampong Tuha Gogo Kecamatan Padang Tiji, Pidie, rusak di bagian dapurnya, setelah tertimpa pohon nangka atau...

Banjir Luapan Krueng Garot Rendam Lapas Perempuan Kls II B Sigli

SIGLI I ACEH HERALD AKIBAT luapan Sungai Krueng Garot yang mengalir ke Krueng Baro,dan bermuara di depan Meuligoe Bupati Pidie, sempat menggenangi areal Lembaga Pemasyarakatan...

Roma Vs Spezia Kalah, Lakukan Enam Pergantian Pemain?

ROMA | ACEH HERALD - AS Roma membuat enam pergantian pemain saat kalah 2-4 dari Spezia di Coppa Italia. Jumlah itu melebihi dari yang seharusnya. Memangnya boleh? Bermain di Olimpico,...

Jokowi Teken PP, WNI Bisa Jadi Komponen Cadangan Berpangkat TNI

JAKARTA | ACEH HERALD - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3 Tahun 2021. Di PP itu diatur soal program Pembinaan Kesadaran...

ASN Setda Aceh Kembali Donor Darah, Aksi Perdana 221 Kantong Darah

BANDA ACEH | ACEH HERALD – Mengawali aksi donor darah rutin di tahun 2021, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Sekretariat Daerah Aceh berhasil...
- Advertisement -