Harimau India Menempuh 1300 Km untuk Mencari Pasangan

Banda Aceh, Acehherald.com — Ribuan jarak akan ditempuh demi cintaku pada mu — mungkin benar-benar dilakukan oleh seekor harimau muda di India ini. Kucing besar yang awalnya tinggal di suaka margasatwa negara bagian barat Maharashtra, pergi dari hutan tersebut di awal Juni 2019. Dari data radio yang terpasang dilehernya, diketahui ia telah menempuh perjalanan dalam … Read more

India merupakan negara yang memiliki jumlah populasi terbesar di dunia hingga mencapai 70% dari seluruh populasi.

Iklan Baris

Lensa Warga

Seekor harimau sedang melintasi jalanan umum di India.

Banda Aceh, Acehherald.com — Ribuan jarak akan ditempuh demi cintaku pada mu — mungkin benar-benar dilakukan oleh seekor harimau muda di India ini. Kucing besar yang awalnya tinggal di suaka margasatwa negara bagian barat Maharashtra, pergi dari hutan tersebut di awal Juni 2019.

Dari data radio yang terpasang dilehernya, diketahui ia telah menempuh perjalanan dalam kurun lima bulan terakhir dengan jarak mencapai 1.300 km (807 mil).

Para ahli percaya bahwa harimau yang berusia dua setengah tahun itu mungkin  mencari wilayah baru atau pasangan. Diketahui, hewan buas ini ketika memasuki fase dewasa akan keluar dari kelompoknya untuk mencari pasangan dan wilayah baru.

Selama perjalanan yang melewati dua negara, harimau ini tidak pernah mengalami konflik dengan manusia. Beberapa kali dari sinyal radio yang terlacak, menunjukkan keberadaannya di daerah pemukiman penduduk, pertanian dan jalan raya.

Peta rute perjalanan harimau yang di identifikasi sebagai C1.

Para ahli menyatakan, harimau hanya pernah berselisih dengan manusia, ketika “secara tidak sengaja mengejutkan, atau melukai dirinya”. Dan tampaknya hal ini tidak terjadi ketika harimau muda ini berkeliaran.

Harimau ber-identitas C1 tersebut merupakan salah satu dari tiga anak jantan yang lahir dari T1, seekor harimau betina di suaka margasatwa Tipeshwar, rumah bagi 10 harimau di negara bagian Maharashtra.

Ia mulai dipasang radio sejak bulan Februari, ketika memasuki fase “mencari daerah yang cocok untuk ditempati”. Hewan yang diketahui telah meninggalkan tempat perlindungan pada akhir Juni tersebut, melakukan perjalanan melalui tujuh distrik di Maharashtra dan negara tetangga, Telangana.

India merupakan negara yang memiliki jumlah populasi terbesar di dunia hingga mencapai 70% dari seluruh populasi.

Ketakutan hilang komunikasi

Petugas margasatwa Marharastra mengatakan kucing besar ini tidak bepergian secara “linear”. Keberadaannya dapat dilacak melalui GPS setiap jam. Ia  telah terekam di lebih dari 5.000 titik dalam sembilan bulan terakhir.

Baca Juga:  Pria Beristri 38 Meninggal di India, Punya 89 Anak dan 36 Cucu

“Harimau itu mungkin mencari teritori, makanan, dan pasangan. Sebagian besar wilayah potensial harimau penuh sehingga harimau baru harus menjelajah lebih banyak,” kata Dr Bilal Habib, ahli biologi senior di Wildlife Institute of India, kepada BBC.

Harimau biasanya bersembunyi di siang hari dan melakukan perjalanan di malam hari, membunuh babi dan sapi liar untuk dimakan.

Habib sempat mengkonfirmasi sebuah peristiwa yang terjadi secara “tidak disengaja” yang melibatkan konflik dengan seorang pria. Dikatakannya, pria itu memasuki semak belukar tempat harimau sedang beristirahat, “Untunglah tidak ada konflik serius dengan manusia. Bahkan sebenarnya mereka tidak tahu bahwa harimau ini berada di halaman belakang rumah mereka,” katanya.

Namun, pejabat satwa liar mengatakan bahwa harimau itu mungkin perlu ditangkap dan dipindahkan ke hutan terdekat untuk “menghindari kecelakaan yang tidak diinginkan”, kata pejabat terkait. Mereka khawatir akan kehilangan komunikasi dengan hewan itu dalam waktu dekat karena baterai radio telah terkuras hingga 80%.

“Jumlah populasi harimau telah meningkat di India, namun luas habitatnya yang menyusut dan mangsa di alam liar juga mulai berkurang”, kata para pakar. Untuk diketahui, harimau membutuhkan mangsa sekitar 500 ekor hewan di wilayahnya untuk memastikan “tercukupinya makanan” sebut para ahli. (BBC)

Editor: Salim

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe