Halaqah Abah Junaidi, Ghibah Hilangkan Pahala Puasa

Abah Junaidi juga mengingatkan jamaahnya untuk menghindari ghibah, mengupat dan mencaci maki selama melaksanakan kewajiban puasa. Karena hal itu menghabiskan atau mnghilangkan pahala puasa, hingga ummat hanya dapat menahan makan minum dan gagal mendapatkan fadhilah Ramadhan.
Halaqah Kamis (22/02/2024) malam di Meuligoe Kota Jantho. Foto Nurdinsyam

Iklan Baris

Lensa Warga

KOTA JANTHO I ACEHHERALD.com – Banyak hal yang menghilangkan pahala puasa, sehingga ummat Islam yang berpuasa hanya dapat merasakan haus dan lapar. Sementara pahala puasa tidak didapat sama sekali, sehingga ibadah puasa yang dilakukan menjadi sia sia.

Hal itu dikatakan Abah Junaidi saat memberikan tausiyah dalam halaqah rutin, Kamis (22/2/2024) malam di Balee Beut Meuligoe Bupati Aceh Besar di Kota Jantho. “Mari kita semaksimal mungkin untuk menghindari puasa Ramadhan yang sia sia, saat Allah memberikan kesempatan tanpa batas untuk meraih pahala puasa Ramadhan,” kata Abah Junaidi yang juga Imam Chiek Masjid Agung Almunawwarah Kota Jantho.

Materi seputar Puasa Ramadhan adalah yang kedua kali secara berturut-turut dibahas oleh Abah Junaidi, setelah halaqah malam Jumat pekan lalu. Abah yang juga pengasuh pesantren Ma’hadul Fata di Gampong Lamkabue Kecamatan Seulimuem itu secara umum menjelaskan perihal Puasa Ramadhan, dalam bentuk tanya jawab dengan jamaah. Walhasil jamaah yang terdiri atas warga seputar Kota Jantho itu, merasa puas terhadap jawaban yang mereka tanyakan.

Turut hadir dalam halaqah Malam Jumat itu, Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Bahrul Jamil SSos MSi.

Abah Junaidi juga mengingatkan jamaahnya untuk menghindari ghibah, mengupat dan mencaci maki selama melaksanakan kewajiban puasa. Karena hal itu menghabiskan atau mnghilangkan pahala puasa, hingga ummat hanya dapat menahan makan minum dan gagal mendapatkan fadhilah Ramadhan.

Dalam kesempatan tanya jawab dengan jamaah pengajian itu, Abah Junaidi sempat juga mengingatkan jamaah tentang perintah shalat yang lebih utama dari puasa Ramadhan.

Ketika menyinggung tentang batas awal berpuasa termasuk jika ragu tentang sudah masuknya waktu berpuasa, karena hanya bergantung pada kondisi terbit fajar kala matahari. Bisa bisa hukumnya menjadi makruh. Sementara yang disunahkan dalam berpuasa mengakhiri sahur di ujung waktu imsak dan mengawali berbuka di awal waktu berbuka. “Jika kita makan sahur di waktu awal, misalnya pukul 03.00 WIB atau bahkan menjelang tidur malam, jelas itu tidak mendapat sunnah dalam waktu makan sahur,” kata Abah Junaidi.

Baca Juga:  Pj Bupati Aceh Besar : Jangan Pernah Berpikir untuk Meninggalkan Kota Jantho

Diingatkan juga, jika pahala sunat dalam memulai berpusa dan berbuka itu juga ada ketentuan secara islami, yaitu mengawali dengan doa, tidak tergopoh gopoh apalagi main sambar di meja makan. “Jadi ata tatakrama yang telah diatur dalam agama, hingga nikmat puasa benar benar dirasakan oleh umat Islam,” tandas Abah.

Pada sisi lain, dalam halaqah yang ditutup dengan doa itu, Abah Junaidi mengatakan, tindakan sunnah lainnya saat puasa Ramadhan itu adalah bersedekah, pelihara mulut, tahlil quran, beri makan untuk orang lapar. “Intinya, sedekah harus diperbanyak saat Bulan Ramadhan, perbanyak tilawah atau beut Quran terutama bakda subuh. Termasuk mengaji tadarus secara bersama sebagai upaya memperkuat syiar Islam kala Ramadhan,” pungkas Abah Junaidi.

Halaqah rutin Kamis malam di Meuligoe itu akan diakhiri dengan pengajian dalam bentuk zikir dan samadiyah pada Kamis (29/02/2024) mendatang. Setelah itu pengajian rutin di Balee Beut Meuligoe Bupati Aceh Besar tersebut akan diistirahatkan selama Bulan Ramadhan. “Bulan syawal bakda Hari Raya Idul Fitri, pengajian kembali berlangsung seperti semula,” kata Bahrul Jamil, salah seorang penanggungjawab pengajian.

Kata Kunci (Tags):
halaqah kamis malam, abah junaidi, meuligoe bupati aceh besar, muhammad iswanto

Berita Terkini

Haba Nanggroe