Golden Dragon, Sebuah Geliat Seni Dari Jantung Peunayong

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Aceh tak hanya punya tari saman,seudati atau likok pulo sebagai seni etnik utama yang telah masuk bursa kreasi Unesco. Tarian ritmik yan sesuai dengan sikap hidup dinamis penduduk Aceh yang terdiri dari ragam suku. Kaum urban di jantung Kota Peunayong yang telah menjadi china town sejak era kerajaan Aceh, juga … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Aceh tak hanya punya tari saman,seudati atau likok pulo sebagai seni etnik utama yang telah masuk bursa kreasi Unesco. Tarian ritmik yan sesuai dengan sikap hidup dinamis penduduk Aceh yang terdiri dari ragam suku.  Kaum urban di jantung Kota Peunayong yang telah menjadi china town sejak era kerajaan Aceh, juga punya seni yang tak kalah ritmik dan dinamik.

Apa lagi kalau bukan barongsai, seni dengan keseimbangan tinggi dengan kelenturan gerak ala pemain Kungfu. Dari jantung kota Peunayong, seni menggeliat dan telah membawa nama Aceh di blantika internasional. Inilah grup Barongsai dengan nama Golden Dragon atau naga emas.

Saat ini sebuah perhelatan sekaligus hiburan untuk warga Kota Banda Aceh, sedang dipersiapkan, terutama kala etnik non pribumi itu merayakan hari raya Imlek, Sabtu (25/1/2020) mendatang.

Fotografer Aceh Herald, Ibrahim Sihombing menangkap geliat kreasi anak anak Golden Dragon itu, saat berlatih, Selasa (21/01/2020).

Seperti diakui oleh pelatihnya Acong, Golden Dragon akan perform untuk keliling Kota Banda Aceh saat Imlek, jam 11.00 akan dipusatkan di vihara Satya Muni Peunayong. Untuk tampil di acara Imlek itu, Golden Dragon telah bersiap selama satu bulan. Akan ada tiga barongsai, satu dari Banda Aceh dan dua lagi sebagai supporting dari Sabang.

Baca Juga:  Pengurus BKPRMI Aceh Timur Dilantik Bakda Subuh

Berita Terkini

Haba Nanggroe