LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.com – Walikota Lhokseumawe minta tiga hal pada ulama. Permohonan lisan ini disampaikan saat menyampaikan sambutan pada Muzakarah Ulama di Dayah Tahfiz Alquran di Dayah Bustanul Ahya Al Waliyah, Puenteut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Minggu (3/9/2023).
Adapun tiga persoalan yang dicari jalan keluar, ujar Imran adalah:
1. Hubungan sosial yang renggang antara orang tua dengan para pemimpin di masyarakat termasuk kerenggangan antara orang tua dengan anak-anaknya sekarang ini. Ini harus dicari solusinya.
“Indikasinya sekarang ini kalau kita lihat anak-anak masih di warung kopi saat magrib dan orang tua santai-santai saja di rumah,” tegasnya.
Tidak ada kepedulian, malah kalau di sekolah saat ditegur oleh guru lalu orangtuanya marah pada guru atau kepala sekolah, ujarnya lahi.
2. Perkelahian antar pemuda.
Dalam dua bulan terakhir baik polisi dan Satpol PP WH menangkap hampir setiap minggu pemuda karena membawa senjata tajam.
Pelakunya anak-anak yang masih dibawah 17 tahun. Kalau tidak ada tanggungjawab dari orang tua, tokoh agama dan masyarakat maka kejadian akan berulang.
3. Peredaran narkoba.
Luar biasa peredaran barang haram ini di Lhokseumawe dan Aceh Utara.
“Mohon para ulama untuk memberi masukan ke kami terhadap tiga hal yang paling meresahkan ini. Saya terbuka untuk diberikan masukan dan teguran dalam memajukan kota Lhokseumawe yang lebih baik berlandaskan nilai-nilai Syariat Islam,” katanya.
Muzakarah pada hari itu dihadiri sejumlah tokoh termasuk wakil walikota Lhokseumawe periode 2017-2022 H Yusuf Muhammad.
Penulis : Yuswardi




