Sabtu, Mei 8, 2021

Di Tengah Impitan Covid-19 Pendapatan Aceh Justru Lampaui Target

Terungkap Dalam LKPJ Nova di Paripurna DPRA

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun Anggaran 2020 dalam Rapat Paripurna Dewan, di Gedung DPRA, Jumat (16/4/2021)

BANDA ACEH I ACEH HERALD

PRAHARA Covid-19 yang hingga kini masih menghantam dunia termasuk menghancurkan sendi ekonomi global, ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pendapatan Pemerintah Aceh. Justru terjadi sebaliknya, perolehan pendapatan Pemerintah Aceh di tahun 2020 melampaui dari target yang telah ditetapkan.

Hal itu terungkap dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2020 yang disampaikan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam Rapat Paripurna DPRA, Jumat (16/04/2021) sore ini di Gedung DPRA.

Nova mengatakan, LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2020 merupakan laporan tahun keempat pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) Tahun 2017-2022, yang memuat capaian indikator pelaksanaan pembangunan, baik secara makro maupun mikro. “LKPJ ini mengacu pada  pelaksanaan program dan kegiatan RKPA Tahun 2020 oleh masing-masing SKPA, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) nya berdasarkan data APBA Tahun Anggaran 2020,” kata Nova.

Gubernur menyebutkan, penyelenggaraan Pemerintahan Aceh tahun anggaran 2020 meliputi aspek keuangan dan pendapatan daerah. Keduanya merupakan unsur penting untuk membiayai seluruh proses dalam menyelenggarakan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Sepanjang tahun 2020, Pemerintah Aceh, kata Nova, telah mengupayakan peningkatan penerimaan daerah melalui koordinasi yang intens dengan Pemerintah Pusat, guna memperoleh perimbangan keuangan secara adil dan proporsional, sesuai dengan keistimewaan dan kekhususan Aceh. “Kami juga terus melakukan inovasi berupa pemutihan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama serta sosialisasinya, guna memotivasi masyarakat agar taat membayar pajak, retribusi, serta menunaikan zakat dan infak,” ujar Nova.

Namun di sisi lain, Nova melaporkan bahwa pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap penerimaan Aceh, khususnya yang bersumber dari dana perimbangan.

Dalam paparannya, Gubernur Nova juga menyampaikan anggaran pendapatan, belanja Aceh tahun 2020, penerimaan pembiayaan yang diperoleh dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dan pelaksanaan tugas Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari Pemerintah Pusat yang dilaksanakan oleh enam SKPA.

Pendapatan Aceh Tahun Anggaran 2020 direncanakan Rp.14,005 triliun lebih, sedangkan realisasinya justru mencapai Rp.14,441 triliun lebih atau 103,11 persen yang terdiri atas Pendapatan Asli Aceh, Dana Perimbangan, dan Lain-Lain Pendapatan Yang Sah.

Pendapatan Asli Aceh (PAA) bersumber dari Pajak, Retribusi, Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, dan Lain-Lain Pendapatan Asli Aceh yang Sah, direncanakan Rp.2,18 triliun lebih, sedangkan realisasinya justru menohok angka  Rp.2,57 triliun lebih atau 117,74 persen, tepatnya juga melebihi target. “Pendapatan Asli Aceh yang bersumber pajak daerah yang berasal Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor direncanakan Rp.711,18 miliar lebih, terealisasi Rp.755,4 miliar lebih atau 109,03,” kata Nova.

Salah satu Pendapatan Asli Aceh lainnya sebagai daerah otonomi khusus, berupa penerimaan zakat dan infak, direncanakan Rp.50,24 miliar lebih, terealisasi Rp.82,53 miliar lebih atau 164,26.

Sementara itu, pendapatan dari Dana Perimbangan yang bersumber dari Pemerintah Pusat, berupa Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus direncanakan Rp4,01 triliun lebih, terealisasi Rp.3,88 triliun lebih atau 96,87 persen.

Lain-lain pendapatan daerah yang sah, bersumber dari Pendapatan Hibah, Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus, serta Pendapatan Lainnya direncanakan Rp.7,80 triliun lebih, terealisasi Rp.7,98 triliun lebih atau 102,23 persen

Selanjutnya adalah belanja Aceh yang direncanakan Rp.15,82 triliun lebih, namun realisasinya Rp.13,24 triliun lebih atau 83,67 persen, yang terdiri atas belanja tidak langsung direncanakan Rp.8,770 triliun lebih, realisasinya Rp.6,785 triliun lebih atau 77,36 persen. Untuk belanja langsung direncanakan Rp.7,057 triliun lebih, realisasinya Rp.6,458 triliun lebih atau 91,52 persen.

Sementara penerimaan pembiayaan yang diperoleh dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2019 realisasinya Rp.2,77 triliun lebih. Sedangkan rencana pengeluaran pembiayaan Rp.76,18 miliar lebih, sehingga pembiayaan netto direncanakan pada angka Rp.1,82 triliun lebih, realisasinya Rp.2,77 triliun lebih atau 152,10 persen.

Terakhir adalah pelaksanaan tugas pembantuan sepuluh Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Aceh yang dilaksanakan oleh enam SKPA dengan anggaran Rp.140,59 miliar lebih. Realisasinya Rp.135,42 miliar lebih atau 96,32.

Selanjutnya, Gubernur Nova menyebutkan bahwa pelaksanaan urusan pemerintahan daerah selama tahun 2020, hasil dan capaiannya secara garis besar terdiri atas enam urusan wajib yang berkenaan dengan pelayanan dasar, 17 urusan wajib yang tidak berkenaan dengan pelayanan dasar, delapan urusan pilihan, dan fungsi penunjang pemerintahan.

Urusan tersebut diimplementasikan melalui program dan kegiatan meliputi urusan pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang dan urusan perumahan rakyat dan permukiman penduduk.

Selanjutnya adalah urusan ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, urusan sosial dan urusan tenaga kerja, urusan pemberdayaan perempuan dan anak, urusan pangan, urusan pertanahan, lingkungan hidup, administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, urusan pemberdayaan masyarakat dan gampong.

Selain itu juga urusan perhubungan, urusan komunikasi dan informatika, urusan penanaman modal, urusan kepemudaan dan olahraga, urusan statistik, urusan kebudayaan, urusan perpustakaan, urusan kearsipan, urusan kelautan dan perikanan dan urusan pariwisata.

Ada juga urusan pertanian dan kehutanan, urusan energi dan sumber daya mineral, urusan perdagangan, urusan perindustrian dan urusan transmigrasi.

- Advertisement -

Related Articles

Aceh Kembali Kehilangan Ulama Kharismatik, Abu Matang Perlak Tutup Usia

BANDA ACEH | ACEH HERALD- Aceh kembali berduka. Seorang ulama karismatik dan pimpinan dayah,  Tgk H. Abdul Wahab bin Hasan yang akrab disapa dengan nama...

SAG : Vaksin Covid-19 Dipastikan Habis Pakai Sebelum Kadaluarsa

BANDA ACEH | ACEH HERALD— Vaksin Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang dikirim ke Aceh dipastikan akan habis terpakai sebelum batas masa simpannya berakhir atau “kadaluarsa”....

Karyawan BAS Capem Merdeka Antar Zakat Ke BMK Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE | ACEH HERALD- Karyawan dan Karyawati Bank Aceh Syariah (BAS) Lhokseumawe Cabang Merdeka, Jumat (7/6/2021) menyerahkan dana zakat ke Baitul Mal Lhokseumawe. Dana sebesar...
- Advertisement -

Ikuti Kami

21,929FansSuka
0PengikutMengikuti
17,600PelangganBerlangganan

Berita Terbaru

Aceh Kembali Kehilangan Ulama Kharismatik, Abu Matang Perlak Tutup Usia

BANDA ACEH | ACEH HERALD- Aceh kembali berduka. Seorang ulama karismatik dan pimpinan dayah,  Tgk H. Abdul Wahab bin Hasan yang akrab disapa dengan nama...

SAG : Vaksin Covid-19 Dipastikan Habis Pakai Sebelum Kadaluarsa

BANDA ACEH | ACEH HERALD— Vaksin Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang dikirim ke Aceh dipastikan akan habis terpakai sebelum batas masa simpannya berakhir atau “kadaluarsa”....

Karyawan BAS Capem Merdeka Antar Zakat Ke BMK Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE | ACEH HERALD- Karyawan dan Karyawati Bank Aceh Syariah (BAS) Lhokseumawe Cabang Merdeka, Jumat (7/6/2021) menyerahkan dana zakat ke Baitul Mal Lhokseumawe. Dana sebesar...

Pemuda Cureh Kota Juang Santuni Anak Yatim

BIREUEN | ACEH HERALD- Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan, sehingga banyak  muslim yang memanfaatkan peluang itu dengan beramal. Salah satunya dengan...

Enam Batas Wilayah Kabupaten/Kota di Aceh Disepakati

BANDA ACEH | ACEH HERALD– Asisten I Sekda Aceh, Dr M Jafar SH, M.Hum, mengatakan, enam segmen batas wilayah kabupaten dan kota di Aceh akhirnya...
- Advertisement -