Dengan Dalih Tagih Iuran Sumur Bor, Pria Bejat Lecehkan Satu Keluarga

LHOKSEUMAWE, ACEHHERALD.com – Tingkah pria muda NZ (34), benar benar badau alias kurang ajar. Hanya bermodal alasan menagih iuran sumur bor gampong, pria nyeleneh itu melecehkan empat wanita yang terhitung satu keluarga, yaitu, ibu, anak dan keponakan. Aksi badau itu dilakukan secara terpisah, dengan para korban adalah CM (17), FT (17), NA (17) dan wanita … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Ipda Lilis Foto Ist

LHOKSEUMAWE, ACEHHERALD.com – Tingkah pria muda NZ (34), benar benar badau alias kurang ajar. Hanya bermodal alasan menagih iuran sumur bor gampong, pria nyeleneh itu melecehkan empat wanita yang terhitung satu keluarga, yaitu, ibu, anak dan keponakan.

Aksi badau itu dilakukan secara terpisah, dengan para korban adalah CM (17), FT (17), NA (17) dan wanita FY (39) yang notabene adalah ibu kandung dari salah seorang korban berusia remaja. Semua korban yang masih bertalian keluarga itu merupakan warga Kecamatan Banda Baro.

Polisi menangkap NZ (34), warga Kecamatan  Bandar Baro, sejenak menerima laporan dari FY selaku korban yang tertua. Terlapor NZ kepada awak media justru berani mengaku hanya memegang tangan para korbannya.

Kasatreskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang melalui Kanit PPA, Ipda Lilisma Suryani, Kamis 5 Desember 2019 kepada awak media mengungkapkan, NZ dilaporkan oleh keluarga korbannya. Laporan itu mengungkapkan jika NZ melakukan tindakan pelecehan seksual  terhadap empat korban, masing masing, CM (17), FT (17), NA (17) dan FY (39) yang juga merupakan warga Kecamatan Banda Baro. “Menurut keterangan dari korban CM, tersangka telah melakukan perbuatan dugaan pelecehan itu t terhadap dirinya sebanyak dua kali,” kata Lilis saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Kamis.



Menurut Lilis, kasus ini terungkap setelah terlapor melakukan perbuatan tidak sopan kepada korban terakhir pada hari Minggu, 27 Oktober 2019. Kejadian di rumah nenek salahsatu korban di Desa Alue Keurenyai, Kecamatan Banda Baro.

Dikatakan, tersangka NZ datang ke rumah korban dengan dalih menagih iuran sumur bor milik desa. Namun dikarenakan nenek korban tidak ada di rumah, pelaku kemudian NZ memeluk dari samping badan korban hingga merebahkan badan korban,” katanya.

Baca Juga:  Penjabat Gubernur Meriahkan Lomba Perahu Hias PKA-8

Saat itu korban melawan dan menjerit minta tolong kepada adik sepupunya yang sedang menonton TV. Lalu NZ melepaskan korban dari dekapannya dan pergi meninggalkan korban.

Masih menurut Polisi, dari ketiga laporan korban lainnya, tersangka juga melakukan pelecehan seksual dengan cara yang sama seperti yang dilakukan kepada korban CM dan masing-masing sebanyak satu kali.

Lilis menambahkan bahwa korban FY tidak melaporkan kejadian tersebut karena bagi dirinya perbuatan itu merupakan aib dan beranggapan kalau tersangka NZ akan berubah dengan perbuatannya.

“Karena tidak tahan dengan perlakuan NZ yang telah kurang ajar ke anak kandungnya dan bahkan kepada keponakan lainnya. Selanjutnya korban FY membuat laporan ke Polres Lhokseumawe perihal kejadian tersebut,” kata Lilis lagi.

Dikatakannya, pada hari Sabtu, 23 November 2019, anggota Resmob Polres Lhokseumawe melakukan penangkapan terhadap tersangka NZ di rumahnya tanpa perlawanan.

Sanksi dari perbuatannya, laki laki yang merupakan pengurus sebuah OKP ini terancam hukuman cambuk sebanyak 90 kali atau denda paling banyak 900 gram emas murni, atau penjara paling lama 90 bulan.

 

Penulis : Yuswardi / Lhokseumawe/Aceh Utara

Editor         : Nurdinsyam

Berita Terkini

Haba Nanggroe