
PEUREULAK | ACEH HERALD.com
Untuk membangkitkan potensi ekonomi rakyat di saat-saat menuju new normal Pandemi Covid-19, petani tambak bisa mengolah hasil panennya seperti bandeng untuk dijadikan bakso, sate, hingga keripik
Sebab, produksi ikan bandeng di Aceh Timur cukup menjanjikan, apalagi didukung dengan luas tambak di Aceh Timur mencapai 18.000 hektar yang tersebar dalam 14 kecamatan, kata Bupati Aceh Timur Hasballah bin HM Thaeb yang akrab disapa Rocky saat melakukan panen raya budidaya bandeng masyarakat di Desa Seuneubok Rawang Kecamatan Peureulak Timur, Rabu (29/7/2020).
Salah satu cara untuk mengolah bandeng menjadi bakso, sate, ataupun keripik, menurut Rocky haruslah digarap melalui usaha koperasi masyarakat.
Oleh karenanya, lanjut Bupati Rocky, keterlibatan instansi terkait sangat dibutuhkan, seperti Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian, Disnakertrans serta Dinas Perikanan.
Dikatakan, kegiatan ekonomi rakyat seperti pengolahan ikan bandeng menjadi bakso atau sate merupakan peluang bagi kemajuan ekonomi rakyat. “Ini penting dalam upaya mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional,” ujar Rocky lagi.
Pada acara yang ikut dihadiri Kajari Idi, Abon Hasbulloh Syambas, Dandim 0104/Aceh Timur, Letkol CZI Hasanoel Arifin Siregar, Kadis Perikanan T Syawaluddin serta sejumlah pejabat instansi lainnya, Bupati Rocky meminta penyuluh perikanan mendata kembali luas tambak dan jumlah petani tambak di seluruh kecamatan dalam wilayah Aceh Timur.
Tujuannya agar tahun 2021 mendatang, pemerintah kabupaten bisa menganggarkan biaya bagi para petambak guna meningkatkan produksinya. Kepada keuchik yang desanya memiliki areal tambak diminta agar membangun sarana transportasi, baik jalan atau jembatan.
Penulis Ridwan Suud (Aceh Timur/Langsa)




