Bermodal Do’a Shalat Jumat dan Nyali Petarung

ACEHHERALD.com – Tepat tujuh jam sebelum peluit kick off laga semifinal Lasykar Rencong Persiraja, Banda Aceh versus Macan Putih Persik Kediri, yang dijawalkan pukul 20.00 WITA atau pukul 19.00 WIB malam ini, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Mukhlis Nakata dkk, coach Hendri Susilo cs, jajaran manajemen, termasuk Presiden Klub H Nazaruddin Dekgam … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

usai ujicoba lapangan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, tadi malam.

ACEHHERALD.com – Tepat tujuh jam sebelum peluit kick off laga semifinal Lasykar Rencong Persiraja, Banda Aceh versus Macan Putih Persik Kediri, yang dijawalkan pukul 20.00 WITA atau pukul 19.00 WIB malam ini, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Mukhlis Nakata dkk, coach Hendri Susilo cs, jajaran manajemen, termasuk Presiden Klub H Nazaruddin Dekgam dan Walikota Banda Aceh, H Aminullah Usman yang secara khusus terbang ke Bali, tampak bersimpuh dan larut dalam doa di Masjid Denpasar, saat mereka melaksanakan Shalat Jumat bersama, siang ini

Doa adalah jembatan hati dengan Sang Khalik, dan di situ semua permintaan dan harapan dipanjatkan. Setidaknya Mukhlis Nakata dkk ingin memohon ridha dan baraqah Allah untuk mewujudkan ekspektasi empat juta masyarakat Aceh, agar Persiraja meraih status sebagai competitor sepakbola di altar liga primera Indonesia atau Liga 1 Indonesia pada musim mendatang.

Seperti dilaporkan Sekum Persiraja, Rahmat Jailani, menjelang shalat Jumat tadi, seluruh jajaran skuat Layskar Rencong sedang dalam perjalanan menuju Masjid Denpasar untuk melaksanakan shalat Jumat berjamaah. “Hari ini kami hanya di hotel menunggu waktu Jumat dan kini sedang menuju masjid. Setelah itu kembali ke hotel untuk menanti keberangkatan menuju Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar,” ujar Rahmat.

Tadi malam, pasukan besutan Hendri Susilo itu telah melaksanakan uji coba lapangan, sekaligus pers conferece jelang pertandingan. Pelatih Kepala Hendri Susilo didampingi el Kapiten Lasykar Rencong secara terbuka memuji Persik sebagai sebuah tim yang hebat. “Sampai ke semifinal adalah sesuatu banget bagi Persik, karena kami tahu mereka sempat tak diperhitungkan, namun malah jadi juara wilayah timur. Ini patut kami waspadai,” ujar Hendri Susilo.

Baca Juga:  Terapkan Prokes Ketat, Personil Kodim 0107/ Aceh Selatan Melaksanakan Shalat Ied di Asrama

Coach Hendri dengan gaya diplomatisnya menambahkan, jika skuat Persiraja respek dengan Persik. Di sisi lain, ia memberi garansi jika pasukannya akan tampil sebagai mana adanya atau nothing to loose. Namun ia memberi sinyal, jika Mukhlis Nakata dkk berkeinginan mewujudkan ekspektasi 4 juta masarakat Aceh, untuk meraih atau mengunci lebih awal tiket Liga 1 untuk Persiraja. “Kita tahu Persik tim yang luar biasa. Melaju hingga ke empat besar adalah sebagai sesuatu banget. Dari tim yang tak diperhitungkan lalu melesat sampai semifinal, saya respek pada tim Persik. Namun Persitaja juga tak melakukan persiapan khusus untuk laga dengan Persik. Kami melaju ke lapangan seperti biasa saja, tapi kami punya keinginan seperti yang diinginkan manajemen klub serta masyarakat Aceh, yakni membawa Persiraja ke Liga 1,” tandas Hendri dalam pers conference sehari jelang laga, tadi malam

Banyak kalangan, termasuk beberapa media nasional yang menyebutkan laga Persiraja vs Persik adalah laga final dini atau final (the real final) yang sebenarnya. Track kedua tim selama babak penyisihan hingga menyentuh semifinal, juga terhitung fenomenal. Kedua tim itu datang ke babak delapan besar dengan status kampiun wilayah. Persiraja merajai Wilayah Barat, sementara Persik memimpin Wilayah Timur.

Terlepas dengan ucapan diplomatis Coach Hendri saat pembukaan pers conference, namun sesuai janji Hendri sebelumnya yang ingin menjadikan laga dengan Persik adalah final sebenarnya, barisan arsitek Persiraja  sebenarnya telah mempersiapkan skuat type petarung atau fighter untuk laga dengan Persik. Dan para petarung itulah yang akan memberi bukti di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar Denpasar, Bali, bakda magrib nanti. Ritual doa Jumat tadi, setidaknya menjadi modal bathiniah untuk itu.

Baca Juga:  Polri Tetapkan Ambroncius Nababan Sebagai Tersangka Rasisme

 

Penulis/editor      : Nurdinsyam

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe