BLANGPIDIE I ACEH HERALD – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), H Darmansah SPd MM bersama pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Blangpidie, meninjau Pasar Rakyat Manggeng di Desa Keude Manggeng, Kecamatan Manggeng, bakda Jumat (26/8/2022).
Peninjauan ini, setelah Ketua HMI Cabang Blangpidie, M Azmi mengangkat isu keluhan para pedagang di sejumlah pasar rakyat di sejumlah lokasi di Kabupaten Abdya, terutama di Pasar Rakyat Manggeng.
M Azmi mengangkat keluhan pedagang pasar di Abdya dalam acara pertemuan silaturrahmi Pj Bupati Abdya dengan seluruh elemen masyarakat di Meuligoe Bupati di Abdya, Selasa (23/8/2022) malam lalu.
“Terima kasih atas informasi dari HMI. Saya ajak HMI bersama-sama turun ke Pasar Manggeng pada bakda Jumat, kita kumpul di pendopo, kemudian kita turun ke Pasar Manggeng,” kata Pj Bupati Darmansah menanggapi persoalan yang diangkat Ketua HMI Cabang Blangpidie, itu.
Selain Ketua HMI Cabang Blangpidie, M Azmi bersama sekitar 10 anggota, Pj Bupati Darmansah ketika meninjau Pasar Manggeng, juga didampingi Sekda Salman Alfarisi ST, Asisten Pemerintahan Mussawir SSos, Kepala Dinas Perindagkop Amri ST, dan Camat Manggeng Hamdani.
Melihat Pj Bupati yang baru dilantik 15 Agustus lalu itu tiba di Pasar Rakyat Manggeng, sejumlah pedagang setempat tampak sangat antusias menyambutnya. Didampingi HMI, Pj Bupati pun berdialog langsung dengan sejumlah pedagang dalam bangunan pasar milik pemerintah tersebut.
Pada kesempatan itu, sejumlah pedagang menyampaikan keluhan tentang mahalnya harga sewa kios dalam di Pasar Rakyat Manggeng. “Sewa kios barisan depan mencapai Rp 5 juta rupiah per tahun, kios barisan belakang juga lumayan mahal sewanya. Kami minta Pak Pj Bupati untuk turunkan harga sewa,” kata salah seorang pedagang dengan penuh semangat.
Pedagang lain pun menimpali bahwa harga sewa kios Pasar Manggeng tidak sebanding dengan omset penjualan para pedagang. Terlebih lagi, kata pedagang setempat, kondisi perekonomian masyarakat terpuruk sebagai dampak Pendemi atau Covid-19.
Keluhan pedagang tentang mahalnya sewa kios di Pasar Manggeng juga diakui Camat Manggeng, Hamdani yang mendampingi Pj Bupati. Pasar Rakyat Manggeng, menurut Camat terdapat 20 unit kios, tapi hanya 6 unit yang disewa pedagang, selebihnya, kosong tidak ada yang sewa.
Pj Bupati Darmansah tampak serius mendengarkan curhat para pedagang Pasar Rakyat berlokasi di lintasan Nasional (Jalan Raya) Blangpidie (Abdya)-Tapaktuan (Aceh Selatan), itu. Darmansah berjanji akan menurunkan harga sewa kios tersebut.
Camat Manggeng diperintahkan untuk mengajak pedagang yang berminat untuk segera mengisi kios-kios yang masih kosong.”Sewa kios yang barisan depan ini kita turunkan dari Rp 5 juta menjadi Rp 3 juta per tahun. Sewa boleh dicicil dua kali. Kios barisan belakang, harga sewanya juga harus disesuaikan,” kata Pj Bupati Darmansah.
Mendengar respon Pj Bupati, tampak wajah para pedagang yang menggambarkan kegembiraan.
Pj Bupati menambahkan menjadi tugas Camat Manggeng untuk mengajak pedagang untuk mengisi kios-kios yang masih kosong setelah harga sewa diturunkan.
“Yang penting masyarakat pedagang bisa menggunakan kios ini sebagai tempat mereka mencari nafkah. Ini tugas Pak Camat untuk menyampaikan kepada masyarakat, dalam waktu dekat ini, semua kios yang ada di sini harus terisi,” kata Darmansah.
Sebab, katanya, Pandemi berdampak serius terhadap semua lapisan masyarakat. Untuk itu pihaknya menginginkan agar pada masa pemulihan ekonomi ini semua masyarakat dapat terbantu.
“Sewa kios pasar yang terjangkau, pasti pedagang tidak keberatan menyewa. Saya minta pedagang yang berminat membuka usaha di tempat ini agar menghubungi Camat Manggeng,” kata Darmansah.
Pj Bupati mengatakan pemerintah hadir untuk membantu masyarakat, bukan mencari untung atau laba, meskipun diakui bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sewa kios pasar juga perlu.
Tinjau Pasar Sayur
Setelah mendengar keluhan para pedagang kios pasar, Pj Bupati Darmansah beserta rombongan, melakukan peninjauan Pasar Sayur juga lokasinya berdekatan.
Pasar sayur itu, sudah dua tahun lebih terbengkalai setelah dibangun. Karena tidak dimanfaatkan sehingga pasar sayur tersebut menjadi tidak terurus dan tampak kotor.
Pj Bupati Darmansah mengatakan pasar sayur ini sangat bagus, sehingga sangat tepat dijadikan tempat berjualan sayur. Karena selain sudah dilengkapi meja yang dibangun permanen, juga ada saluran air.
Pj Bupati meminta kepada Camat Manggeng agar segera mensosialisasikan kepada pedangang sayur untuk menempati pasar tersebut. Untuk tahun pertama, kata Darmansah, diberikan cuma-cuma tanpa membayar sepeserpun.
“Untuk tahun pertama tidak disewakan, gratis. Pak Camat tolong segera disampaikan kepada warga kita agar menempati pasar ini,” kata Pj Bupati Darmansah.
Lantaran kondisi pasar sayur yang masih kotor, Pj Bupati Darmansah mengajak masyarakat terutama pedagang sayur yang ingin menempati pasar itu untuk sama-sama membersihkan pasar tersebut.
“Saya mengajak kita semua nanti pada tanggal 4 bulan depan (September) sama-sama kita gotong royong membersihkan pasar ini. Pak Camat tolong nanti di data siapa-siapa saja yang akan menempati pasar ini. Kita berharap dalam waktu dekat sudah ada orang-orangnya. Sampaikan kepada mereka untuk tahun pertama gratis,” pungkas Darmansah.
Pasar Lokasi Lain Harus Dibenahi
Ketua HMI Cabang Blangpidie, M Azmi pada kesempatan itu menjelaskan, selain pedagang di Pasar Rakyat Manggeng, persoalan yang hampir sama juga dialami pedagang Pasar Rakyat di sejumlah lokasi di Kabupaten Abdya.
Hasil amatan HMI, persoalan terjadi di Pasar Rakyat Setia di Desa Lhang, Kecamatan Setia karena banyak kios-kios yang telah dibangun menghabiskan anggaran miliaran rupiah, tapi tidak ditempati.
Kemudian pedagang Pasar Lama Inong di Pasar Kota Bahagia, Kecamatan Kuala Batee, pedagang mengeluh karena berkurang pengunjung. Salah satu penyebabnya adalah pedagang ikan dibiarkan berjualan di luar pasar.




