Dua Jam Ayahwa Ekspose Capaian 100 Hari Kerja

Peningkatan pelayanan juga terjadi di RSUD Cut Meutia. Pengambilan obat yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga tiga jam kini bisa dilakukan hanya dalam 30 menit, berkat penambahan empat depot penebusan obat di rumah sakit yang melayani rata-rata 800 pasien per hari.
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menyampaikan capaian 100 hari kerja pada wartawan, Rabu (28/5/2025).Foto Ist

Iklan Baris

Lensa Warga

LHOKSUKON|ACEHHERALD.Com – Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menyampaikan capaian 100 hari kerja menjadi Bupati Aceh Utara. Capaian yang telah diraih disampaikan pada saat pertemuan dengan ratusan wartawan Aceh Utara, Rabu (28/5/2025) di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, Landeng.

Sekitar dua jam (10.00-11.45 WIB) orang nomor satu Aceh Utara menyapa wartawan. Ia berbicara secara lepas ibarat seorang orator menyampaikan dakwah pada pendengar. Data yang dikemas dalam kalimat optimis disampaikan sehingga setiap uraian disambut tepuk tangan para pesera. “Saya bicara blak-blakan hari ini,” katanya.

Ayahwa menjelaskan bahwa ia tidak mampu bekerja tanpa dukungan media. Pemberitaan yang positif dan membangkitkan semangat orang untuk bekerja dan berinvestasi di Aceh Utara harus dilakukan oleh media. Berita yang sifatkan positif yang bermuara pada kepentingan masyarakat dan petani Aceh Utara harus diviralkan.

Di hadapan insan pers dan ketua sejumlah organisasi pers, Ayahwa menegaskan bahwa program 100 hari ini adalah bagian dari komitmennya dalam mewujudkan Aceh Utara Bangkit di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga penguatan syariat Islam. Masing-masing program diuraikan secara detil sehingga catatan yang disampaikan bukan pepesan kosong.

Menurut bupati di bidang Pendidikan dan Syariat Islam telah dilakukan aksi antara lain penempatan tenaga pendidik sesuai domisili, serta pengujian kelayakan kepala sekolah dengan syarat mampu membaca Al-Qur’an. Selain itu, Pemkab juga telah meluncurkan program Tahfidz Qur’an bagi siswa SD dan SMP di Kecamatan Syamtalira Bayu serta menyusun rancangan Perbup tentang kurikulum muatan lokal.

Untuk mendukung syariat Islam gaji guru dayah dan imum chik ujar Ayahwa direncanakan honor mereka naik sebesar 50 persen. Pemerintah juga telah menyalurkan beasiswa untuk 1.500 santri, menggencarkan gerakan Jumat bersih di masjid-masjid sepanjang jalan nasional, dan menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat kabupaten.

Baca Juga:  Sambut HPN 2026, 8 Wartawan Aceh Ikut Retret di Bogor

Untuk Layanan Kesehatan Meningkat disampaikan bahwa Pemkab Aceh Utara telah meresmikan 32 Puskesmas menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan status ini, fasilitas kesehatan diberi kewenangan otonom dalam pengelolaan anggaran, termasuk pemberian insentif kepada 1.850 tenaga kesehatan yang sebelumnya hanya mengabdi tanpa imbalan layak.

Peningkatan pelayanan juga terjadi di RSUD Cut Meutia. Pengambilan obat yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga tiga jam kini bisa dilakukan hanya dalam 30 menit, berkat penambahan empat depot penebusan obat di rumah sakit yang melayani rata-rata 800 pasien per hari.

Dorongan di sektor infrastruktur dan pertanian dilakukan percepatan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas dengan perbaikan pada 10 ruas jalan utama yang sebelumnya rusak parah. Selain itu, lahan telah disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Baktiya Barat dan Lhoksukon, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga kecamatan lainnya.

Pemerintah juga melakukan perbaikan akses jalan ke lokasi pembuangan sampah serta membangun Pos Lantas Landing guna mendukung keamanan dan kelancaran lalu lintas. Di sektor pertanian, Pemkab Aceh Utara telah menyiapkan pengadaan 500 unit traktor bajak sawah gratis yang akan direalisasikan pada tahun 2026. Program ini diharapkan dapat mendukung pola tanam dan panen setiap bulan.

Inovasi Pelayanan Publik menjadi kemajuan yang telah dicapai. Untuk mempercepat respons terhadap kondisi darurat seperti kebakaran, pemadaman listrik, atau kebutuhan ambulans, Pemkab menginstruksikan pemasangan stiker berisi nomor kontak penting (Polsek, PLN, Damkar, Puskesmas, dan lainnya) di setiap rumah warga di seluruh gampong.

Ayahwa menegaskan pentingnya peran media dalam menyebarkan informasi tentang program-program prioritas Aceh Utara. Ia berharap insan pers dapat membantu memviralkan isu strategis seperti pembangunan Bendungan Krueng Pase, yang sangat dibutuhkan masyarakat petani.

Baca Juga:  Bank Aceh Laksanakan RUPSLB, Muhammad Syah Kembali Masuk Track Kandidat Dirut

“Saya minta tolong kepada kawan-kawan media, viralkan program-program prioritas kita, supaya sampai ke Presiden Prabowo dan para menteri tahu betapa pentingnya dukungan untuk Aceh Utara,” ujarnya.

Melalui kerja sama lintas sektor dan dukungan dari masyarakat, Ayahwa dan Panyang optimis mampu mewujudkan visi besar menuju *Aceh Utara Bangkit.

Sementara itu, gagasan Bupati Aceh Utara juga dilakukan seperti Proyek Infrastruktur Utama, lanjutan Pembangunan Krueng Keureuto. Proyek ini memiliki anggaran besar, yaitu 40 Miliar Lebih menunjukkan skala besar dan pentingnya proyek ini untuk wilayah tersebut.

 

Program lain adalah perencanaan pembangunan Jalan Lingkar Barat di Wilayah Hukum Bupati Aceh Utara Tahun 2026, pertemuan dan pembahasan pembangunan Jalan BLG Geudong Sampai Panton Labu, Jalan Lingkar Utara Gampong Meunasah Blang,dan Jalan Makam Cut Meutia.

Berita Terkini

Haba Nanggroe